Isu Anies Capres 2029 Menguat, NasDem Pilih Fokus Bantu Pemerintahan Prabowo

AKURAT.CO Partai NasDem menanggapi munculnya wacana yang mendorong Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 oleh Partai Gerakan Rakyat.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menilai, pembentukan partai politik merupakan hak konstitusional setiap warga negara.
“Kita ucapkan selamat kepada Gerakan Rakyat yang sudah menjadi partai. Itu memang hak warga negara untuk membentuk partai politik,” kata Saan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Namun, terkait kemungkinan NasDem kembali mengakomodasi Anies Baswedan pada Pilpres 2029, Saan menegaskan pembahasan tersebut masih terlalu jauh.
Menurutnya, NasDem saat ini belum memikirkan agenda politik lima tahunan tersebut. “Pemilunya masih lama. Kita belum memikirkan 2029,” ujarnya.
Saan menekankan, fokus utama NasDem saat ini adalah mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mengingat partainya menjadi bagian dari koalisi pemerintah.
“Sekarang kami fokus karena NasDem bagian dari pemerintahan Pak Prabowo. Fokus kami bagaimana membantu pemerintah agar program-program strategis dan prioritas bisa berjalan dengan baik,” kata Saan.
Baca Juga: Menko AHY: Pemerintah Pantau Ketat Cuaca Demi Keselamatan Transportasi
Ia menambahkan, NasDem lebih memprioritaskan kerja-kerja politik yang berorientasi pada keberhasilan program pemerintah ketimbang membahas kontestasi politik yang masih jauh waktunya.
“Jadi NasDem fokus untuk membantu pemerintah,” pungkasnya.
Sementara itu, berdirinya Partai Gerakan Rakyat dinilai tidak serta-merta menjadi jaminan bagi Anies Baswedan untuk melaju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai, masih banyak hambatan yang harus dihadapi Anies, termasuk persaingan dengan partai-partai besar yang telah memiliki kursi di parlemen.
“Anies tidak bisa berharap banyak pada Partai Gerakan Rakyat jika partai baru itu langsung mendukungnya sebagai calon presiden. Tiket pencalonan presiden masih sangat mungkin dipegang partai-partai yang memiliki kursi di parlemen,” ujar Efriza di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, bukan perkara mudah bagi partai baru untuk mengorkestrasikan konstelasi politik nasional demi mengusung satu figur sebagai calon presiden.
Bahkan, Efriza menilai, peluang Anies bisa semakin mengecil apabila Partai Gerakan Rakyat memaksakan diri tanpa perhitungan matang dalam mengusung Anies pada Pilpres 2029.
“Jika partai baru ingin mengatur partai-partai lama yang sudah memiliki kursi, justru peluang Anies menjadi capres semakin meredup. Bahkan untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta periode kedua saja, Anies sudah tidak terlalu menarik untuk dijual,” tuturnya.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Sudah Mundur dari Gerindra Sebelum Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








