Prabowo di WEF Davos: Pembangunan Manusia Kunci Kemajuan Bangsa

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan kunci utama bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Karena itu, pemerintah memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan dengan memastikan akses yang memadai bagi seluruh masyarakat.
“Saya yakin bahwa sumber daya manusia menentukan pertumbuhan dan hasil jangka panjang. Pembangunan manusia dan kualitas sumber daya manusia adalah kunci bagi bangsa yang maju dan sejahtera. Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal,” ujar Prabowo saat berpidato pada The World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Prabowo menjelaskan, salah satu program unggulan pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif adalah pendirian Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
“Sejauh ini, kami telah membangun 166 sekolah asrama bagi masyarakat yang sangat miskin. Ini mungkin sesuatu yang unik, karena biasanya sekolah asrama hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga mampu. Kini, kami membangun sekolah asrama bagi mereka yang paling miskin,” katanya.
Ia menegaskan, peserta didik Sekolah Rakyat harus berasal dari kelompok desil terbawah. Program ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Baca Juga: Gabung BoP Charter, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Bantu Rakyat Gaza
Selain itu, pemerintah juga mendorong modernisasi pendidikan melalui program digitalisasi sekolah.
Melalui program tersebut, pemerintah mendistribusikan papan interaktif digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Hingga akhir 2025, sebanyak 288.000 sekolah telah menerima PID. Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran tambahan sebanyak 1 juta unit.
“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital. Dengan begitu, saya bisa berada di Jakarta dan tetap memantau kualitas pengajaran guru serta respons murid di sekolah mana pun,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program renovasi sekolah. Pada 2025, sebanyak 16.140 sekolah telah direnovasi.
“Tahun ini kami akan meningkatkan program tersebut. Saya bertekad memodernisasi dan merenovasi 60.000 sekolah,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









