Kelas Menengah Anjlok Berujung Makin Maraknya Demonstrasi, Prabowo: Itu yang Menohok Saya!

AKURAT.CO Industrialisasi dan hilirisasi adalah satu-satunya jalan untuk mengatasi penurunan jumlah kelas menengah. Anjloknya jumlah kelas menengah dapat berdampak pada makin besarnya ketidakpuasan mendalam terhadap kondisi ekonomi bangsa yang memicu masifnya demonstrasi alias social unrest.
Hal itulah yang dikatakan Presiden Prabowo Subianto saat menjawab pertanyaan ekonom kawakan yang juga mantan Menteri Kekurangan Indonesia, Chatib Basri, saat bertemu di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026) malam lalu. Saat itu, Prabowo mengadakan sesi tanya jawab dengan sejumlah pakar dan perwakilan jurnalis.
Chatib awalnya menyatakan, dalam penelitiannya, ada kaitan erat antara menyusutnya jumlah kelas menengah dengan makin maraknya unjuk rasa di berbagai negara, termasuk Indonesia, belakangan ini.
Dia kemudian mengungkapkan bahwa populasi kelas menengah Indonesia menyusut tajam di sepanjang 2019 sampai 2024. Di sisi lain, angka pengangguran memang menurun tapi dengan tingkat pengangguran tertinggi adalah kelompok masyarakat terdidik berlatar lulusan SMA sampai perguruan tinggi.
Jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan signifikan kelas menengah Indonesia memang terjadi. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS menyebut kelas menengah turun hampir 10 persen atau sekitar 9,48 juta orang. Dari 57,33 juta orang (2019) menjadi 47,85 juta (2024).
Baca Juga: Paradoks Kelas Menengah: Terlalu Kaya untuk Bansos, Terlalu Miskin untuk Guncangan
"Problem baru dan unik ini terjadi di hampir seluruh dunia," kata Chatib kepada Prabowo.
Pertumbuhan ekonomi harus diakui memang menciptakan lapangan kerja, tetapi mayoritas informal. Chatib mengatakan, dari data yang dipegangnya terungkap 80 persen lapangan kerja yang tercipta sepanjang 2019 sampai 2024 adalah informal. Upahnya rata-rata 120 dolar perbulan (sekitar Rp2 juta jika menggunakan nilai tukar saat ini).
Kelas menengah adalah kelas terdidik, berusia realtif muda dan punya akses luas terhadap informasi. Karena itu mereka bisa menjadi elemen penting dalam potensi social unrest atau unjuk rasa yang masif.
"Kalau pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan lapangan kerja informal maka itu akan jadi masalah di masa depan," katanya.
Pertanyaan Chatib adalah apa yang akan Presiden Prabowo lakukan agar lapangan pekerjaan yang tercipta adalah lapangan kerja yang berkualitas, bukan hanya menciptakan pekerjaan tetapi juga menciptakan pekerjaan yang bagus atau good jobs.
Prabowo dengan cepat menjawab bahwa persoalan itulah yang menjadi fokus kebijakan-kebijakan ekonominya.
"Justru inilah yang sedang saya lakukan. Saya menyampaikan ketika saya maju menjadi presiden, saya tidak bicara lagi pembangunan bangsa, saya bicara transformasi bangsa," jelas Prabowo.
Baca Juga: Ekonomi Bertumpu pada Bahu yang Kian Lelah, Kelas Menengah Bagaimana Kabarnya?
Dia menegaskan bahwa fokus kebijakan ekonominya adalah mencegah deindustrialisasi. "Yang terjadi adalah uang Indonesia tidak tinggal di Indonesia. saya ingin hilirisasi. That is the only way," ucap Prabowo.
Dia menginginkan Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah. Indonesia harus menglah bahan mentah menjadi turunan-turunan produk industri berinlai tinggi.
"Di sini (industri olahan bahan mentah) nanti bisa anak-anak muda yang pintar-pintar bekerja," katanya.
Prabowo juga mengungkapkan cita-citanya mendirikan industri mobil nasional. Dia kemudian merujuk Korea Selatan yang tanpa kemampuan sumber alam memadai malah bisa membangun industri mobil raksasa sejak puluhan tahun lalu.
"Kenapa kita jadi pasar mobil orang lain? Kenapa? Karena will (niat). Dengan segala hormat, Korea, sumber alam Korea apa? Kita punya semua sumber alam untuk bikin mobil, tapi mereka sudah puluhan tahun lebih dulu bikin mobil," ujar Prabowo.
Tanah Indonesia kaya akan timah dan bauksit yang bisa diolah menjadi alumina dan alumunium, bahan pembuatan mobil. Sayangnya, Indonesia selama ini ketinggalan dalam membangun kapasitas memproses bauksit untuk industri otomotifnya. Lain dengan Jepang yang tidak memiliki bauksit tapi bisa membangun industri mobil terhebat.
"Makanya saya bikin buku transformasi bangsa. Untuk kita industrialisasi, kita harus lakukan (bangun) ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri,' ujar Prabowo
Soal kelas menengah yang anjlok, Prabowo mengakui fakta itu. Bahkan dirinya sendiri yang berulangkali mengungkapkannya dalam berbagai kesempatan.
Namun, dia tegaskan bahwa jawaban dari masalah penurunan kelas menengah yang menjadi ancaman stabilitas sosial adalah industrialisasi.
"Jawabannya adalah industrialisasi, saat ini kita harus hilangkan kemiskinan. Bahwa kelas menengah turun, saya yang ungkapkan di mana-mana, itu yang menohok saya," ungkap Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








