Hasan Nasbi Minta Saiful Mujani Lebih Bijak: Jangan Memprovokasi, Bangsa Butuh Kesejukan

AKURAT.CO Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (KSP), Hasan Nasbi, menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan Saiful Mujani yang mengajak publik untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Saiful dalam sebuah acara halal bihalal dan kemudian beredar luas di media sosial.
Menanggapi hal itu, Hasan menilai ajakan tersebut kurang bijak, terlebih disampaikan oleh seorang akademisi dan konsultan politik.
“Saya sangat tidak nyaman melihat pernyataan yang tidak menggunakan akal dan kebijaksanaan dengan baik, apalagi dari sosok yang berada di level profesor, konsultan politik, dan pollster yang seharusnya bisa menjadi panutan,” ujar Hasan, dikutip dari akun Instagram @microphone.hasan.nasbi, Minggu (5/4/2026).
Menurut Hasan, Saiful seharusnya dapat memberikan pandangan yang mencerahkan, bukan justru memicu ketegangan di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“Ketika situasi ekonomi dunia tidak stabil dan kondisi keamanan global juga tidak baik, seharusnya kita menjaga suasana dalam negeri tetap kondusif. Bukan malah memanaskan keadaan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan persatuan dan kerja sama untuk menghadapi berbagai kesulitan.
“Yang kita butuhkan hari ini adalah persatuan, kerja sama, dan semangat bersama agar bangsa ini bisa melewati situasi sulit dengan baik,” lanjutnya.
Hasan juga menilai ajakan untuk menggulingkan pemerintahan bertentangan dengan prinsip demokrasi, yang telah menyediakan mekanisme sah melalui pemilihan umum.
“Pergantian kekuasaan tidak bisa dilakukan dengan cara melanggar aturan. Selain itu, belum tentu juga menghasilkan pemerintahan yang lebih baik,” tegasnya.
Baca Juga: Hasan Nasbi ke Saiful Mujani: Jangan Ngaku Pejuang Demokrasi Kalau Tak Paham Esensinya
Sebelumnya, dalam pernyataannya, Saiful Mujani menilai pemerintahan Presiden Prabowo tidak lagi berjalan dalam kerangka sistem presidensial yang ideal.
Ia juga menyebut mekanisme pemakzulan (impeachment) dinilai tidak efektif dalam kondisi saat ini.
Sebagai alternatif, Saiful mengusulkan konsolidasi gerakan sipil sebagai langkah untuk menjatuhkan pemerintahan.
“Alternatifnya bukan prosedur formal seperti impeachment, itu tidak akan berjalan. Yang bisa dilakukan adalah mengonsolidasikan kekuatan untuk menjatuhkan Prabowo,” ujar Saiful.
Ia juga menyatakan bahwa upaya memberikan nasihat kepada pemerintah dinilai tidak lagi efektif.
“Kalau dinasihati tidak bisa, satu-satunya cara adalah dijatuhkan. Itu untuk menyelamatkan bangsa ini,” katanya.
Pernyataan tersebut memicu polemik di ruang publik, khususnya terkait batasan kritik dalam demokrasi serta mekanisme konstitusional dalam pergantian kekuasaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










