Pakar UI: Respons Gibran ke Jusuf Kalla Tunjukkan Kedewasaan Berpolitik

AKURAT.CO Gaya komunikasi Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka dinilai menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik.
Penilaian tersebut merujuk pada pernyataan Gibran yang menyebut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, sebagai senior, mentor, dan idolanya.
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Nusakom Pratama Institute, Ari Junaedi, menilai, sikap tersebut mencerminkan upaya meredam ketegangan politik yang belakangan menghangat.
“Pernyataan Gibran menunjukkan kedewasaan berpolitik. Ia tidak terpancing dan justru memilih pendekatan yang menenangkan,” ujar Ari dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Ia menilai, komunikasi yang disampaikan Gibran juga dapat dipahami dalam perspektif teori spiral of silence yang diperkenalkan oleh Elisabeth Noelle-Neumann.
Dalam konteks ini, Gibran dinilai berupaya memecah dominasi opini publik yang berkembang terkait dirinya dan keluarganya.
“Gibran seolah ingin memecah dominasi arus opini publik dengan pendekatan komunikasi yang lebih teduh,” jelasnya.
Ari juga menyoroti bahwa di tengah kondisi masyarakat yang terdampak berbagai tekanan ekonomi, seperti kenaikan harga energi dan bahan kebutuhan, komunikasi yang menyejukkan menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan politik.
“Alih-alih memperkeruh suasana, Gibran justru menghadirkan keteduhan. Ini penting agar situasi tidak semakin memanas,” katanya.
Ia menambahkan, sikap Gibran yang tidak reaktif terhadap pertanyaan media menunjukkan kematangan dalam mengelola komunikasi publik.
“Jika ditanggapi dengan emosi, situasi bisa semakin panas. Dalam hal ini, Gibran sudah menunjukkan pola komunikasi yang tepat,” tegasnya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Driver WiFi Laptop Bermasalah? Ini Solusinya
Sebelumnya, pernyataan Jusuf Kalla terkait Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menjadi sorotan publik.
Hal ini berkaitan dengan polemik yang berkembang usai ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Menanggapi dinamika tersebut, Gibran memilih merespons dengan pernyataan yang menyejukkan.
Dalam kunjungan kerjanya, ia menyebut JK sebagai sosok senior yang berpengalaman dan memiliki kontribusi besar bagi bangsa.
“Pak JK itu senior saya, mentor saya, dan juga idola saya. Beliau punya banyak kontribusi untuk negeri ini, terutama di daerah konflik. Saya sangat berterima kasih atas masukan dan evaluasi dari beliau,” ujar Gibran.
Pernyataan tersebut dinilai publik sebagai upaya meredam tensi politik sekaligus menunjukkan pendekatan komunikasi yang santun dan konstruktif di tengah perbedaan pandangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









