Akurat Logo

Prabowo Bahas Hilirisasi dengan Rosan, Siap Kembangkan di 13 Lokasi

Moehamad Dheny Permana | 24 April 2026, 19:59 WIB
Prabowo Bahas Hilirisasi dengan Rosan, Siap Kembangkan di 13 Lokasi
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Hambalang.

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan program hilirisasi yang akan segera dibangun di 13 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

“Perkembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera pada 13 lokasi di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Selain itu, pemerintah juga membahas masuknya sejumlah investor yang akan menanamkan modal di Indonesia, khususnya pada sektor waste to energy, sumber daya mineral, industri pertanian, padat karya, serta garmen.

Teddy menjelaskan, dalam arahannya Presiden menegaskan bahwa program hilirisasi tidak hanya difokuskan pada sektor energi dan mineral, tetapi juga harus diperluas ke sektor pertanian dan perikanan.

Baca Juga: Kisah Kurir Perempuan Lion Parcel: Bukti Nyata Emansipasi di Industri Logistik Indonesia

“Presiden menginginkan hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral, tetapi juga diperluas ke bidang pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing nasional dari hulu hingga hilir.

Dengan dukungan investasi yang terus mengalir, hilirisasi diharapkan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia yang lebih berdaya saing dan berdaulat di tingkat global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.