Akurat Logo

Qodari: Amien Rais Terjebak Hoaks, Isu Seskab Teddy Berasal dari Konten Medsos Manipulatif

Moehamad Dheny Permana | 2 Mei 2026, 22:43 WIB
Qodari: Amien Rais Terjebak Hoaks, Isu Seskab Teddy Berasal dari Konten Medsos Manipulatif
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari.

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan, siapa pun, termasuk tokoh publik, dapat terpapar informasi yang tidak terverifikasi atau hoaks.

Karena itu, kehati-hatian dalam menyaring konten di media sosial menjadi sangat penting di era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Qodari menanggapi pernyataan politisi senior Amien Rais terkait isu yang menyeret Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ia menilai tudingan tersebut bersumber dari konten media sosial yang tidak valid dan bersifat manipulatif.

“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Qodari menjelaskan, tuduhan terhadap Teddy bermula dari kesalahpahaman terhadap sebuah video yang beredar di media sosial.

Video tersebut memuat lagu berjudul “Aku Bukan Teddy” yang kemudian ditafsirkan secara keliru sebagai pernyataan autentik.

Baca Juga: Update Pembunuhan Lansia di Pekanbaru: 4 Pelaku Termasuk Orang Dekat Berhasil Ditangkap!

“Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul ‘Aku Bukan Teddy’, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek,” jelasnya.

Ia menegaskan, konten tersebut tidak bisa dijadikan rujukan karena tidak autentik.

Penyanyi dalam video itu bukan Titiek Soeharto, sementara visual yang ditampilkan hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berkaitan langsung dengan isi lagu.

Lebih lanjut, Qodari menyebut video tersebut bahkan telah mencantumkan keterangan sebagai konten hiburan, bukan fakta.

Hal ini, menurutnya, menjadi bukti pentingnya verifikasi sebelum mempercayai informasi yang beredar.

Ia juga menilai kasus ini menjadi contoh nyata bahaya penyebaran hoaks di era media sosial, termasuk yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang mampu menyesatkan siapa saja tanpa terkecuali.

“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu dasarnya hoaks,” tegasnya.

Qodari pun mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah mempercayai informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu, guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.

Baca Juga: Mensos: Komitmen Presiden Prabowo untuk Buruh Nyata, Perlindungan Sosial Tembus Rp500 Triliun

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.