Cegah Hoaks dan Politik SARA, Bawaslu Ajak Masyarakat Awasi Kampanye Pilkada Serentak 2024

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Hal ini untuk mencegah penyebaran misinformasi, berita bohong atau hoaks, serta politisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), yang berpotensi menciptakan konflik di tengah masyarakat.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengungkapkan pentingnya tahapan kampanye sebagai ajang bagi kontestan Pilkada untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja yang akan diusung. Namun, dia mengingatkan agar kampanye dilakukan secara jujur dan adil, tanpa menggunakan cara-cara yang melanggar norma dan aturan.
Baca Juga: Bawaslu Instruksikan Jajaran di Daerah Petakan Kerawanan TPS Jelang Pilkada Serentak 2024
"Ada cara-cara kampanye yang tidak bertanggung jawab, seperti penyebaran politisasi SARA, ujaran kebencian, dan hoaks untuk menyerang pasangan calon lainnya demi keuntungan politik," kata Bagja dalam unggahan resmi Bawaslu.go.id, Senin (11/11/2024).
Menurutnya, praktik kampanye hitam tersebut tidak hanya merugikan proses pemilihan, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi. Dia juga menyoroti masifnya penggunaan media sosial sebagai alat kampanye, yang jika tidak diawasi dengan baik dapat meningkatkan polarisasi di tengah masyarakat.
Dia mencontohkan dampak negatif dari kampanye negatif pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2019, yang menunjukkan potensi konflik dan ancaman terhadap persatuan bangsa.
Untuk mengatasi hal ini, Bagja mengajak masyarakat agar aktif melakukan pengawasan partisipatif. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran seperti hoaks dan politisasi SARA akan memperkuat kualitas demokrasi.
"Laporkan kepada kami jika terdapat dugaan pelanggaran di media sosial terkait misinformasi, hoaks, atau politisasi SARA," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







