Kader PSI Maluku Pindah ke NasDem, Bestari Barus: Sempat Ingin Bertahan

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, buka suara terkait perpindahan Ketua DPW PSI Maluku, Zamroni Syafiy Vanath, ke Partai NasDem.
Ia mengungkapkan, Zamroni sebelumnya sempat menyatakan ingin tetap bertahan di PSI.
Bestari menjelaskan, pertemuan dengan Zamroni berlangsung sekitar 24 jam sebelum kabar kepindahan itu mencuat.
Pertemuan tersebut membahas penyesuaian struktur partai di tingkat wilayah dalam rangka percepatan pembentukan struktur menuju verifikasi faktual 2027.
“Sekitar pukul 01.00 kemarin, saudara Zamroni datang dalam rangka pembahasan penyesuaian jabatan Ketua DPW, mengingat kami sedang melakukan percepatan pembentukan struktur untuk verifikasi faktual 2027,” ujar Bestari, Rabu (6/5/2026).
Dalam pertemuan itu, lanjutnya, Zamroni masih menyampaikan keinginan untuk tetap berada di PSI, khususnya di bidang organisasi.
Namun, keesokan harinya muncul perkembangan berbeda setelah beredar unggahan yang memperlihatkan Zamroni bersama Sekretaris Jenderal Partai NasDem.
Baca Juga: IWIP dan WBN Bangun Fasilitas Air Bersih di Halmahera Tengah
“Setelah pembicaraan selesai, pagi harinya kami melihat ada unggahan yang menampilkan Zamroni bersama Sekjen Partai NasDem,” katanya.
Meski demikian, Bestari menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hak pribadi Zamroni. PSI, menurutnya, menghormati pilihan politik setiap kader.
“Saya pikir itu hal yang wajar. Di mana pun dia berada, itu hak pribadinya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan secara terbuka bahwa PSI tidak mempermasalahkan jika Partai NasDem membutuhkan tambahan kader untuk memperkuat struktur partai.
“Kalau masih membutuhkan personel untuk memperkuat Partai NasDem, silakan hubungi saya. Banyak juga yang mungkin ingin bergabung,” tambahnya.
Sementara itu, Zamroni diketahui telah resmi bergabung dengan Partai NasDem setelah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dan penyematan jaket partai oleh Sekretaris Jenderal Hermawi Taslim di NasDem Tower, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Zamroni menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan PSI bukan karena konflik internal, melainkan murni pilihan politik dan kesamaan visi.
“Saya melihat Partai NasDem memiliki nilai filosofi dan histori yang baik bagi Indonesia. Itu yang menjadi alasan saya bergabung,” ujarnya.
Baca Juga: Mensos Luruskan Pengadaan Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Rp700.000
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










