Akurat Logo

Ada Peran PDIP di Balik Tender Proyek Pemerintah, Prabowo: Saya Tak Masalah

Moehamad Dheny Permana | 20 Mei 2026, 14:15 WIB
Ada Peran PDIP di Balik Tender Proyek Pemerintah, Prabowo: Saya Tak Masalah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026). Foto: Akurat.co/Sopian

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, bercerita soal adanya orang-orang PDI Perjuangan yang bermain proyek atau tender dengan pemerintah. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak masalah dan akan memperlakukannya secara adil.

"Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas tapi tanya saya selalu mengatakan menteri-menteri minta petunjuk 'pak ini bagaimana ada proyek ada tender tapi di belakangnya PDIP’. Ayok menteri menteri bener kan? tapi apa jawaban saya? Saya tidak ada masalah kalau dia menang, menang saja, jangan kita lihat latar belakangnya," ujar Prabowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Presiden menceritakan masa lalunya saat belum memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Indonesia. Dia pun mengungkit kembali kebaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang pernah memperlakukannya secara adil dalam urusan bisnis dan ekonomi di masa lalu.

Baca Juga: Prabowo Puji PDIP Tetap Jadi Oposisi: Saudara Berjasa untuk Demokrasi Kita

"Enggak, saya mau terbuka. Saya enggak berkuasa waktu itu alias lontang lantung lah Ibu Megawati Soekarnoputri mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan," kenang Prabowo.

Dia pun berkomitmen penuh untuk meniru sikap kenegarawanan Megawati dalam memimpin kabinetnya saat ini. Dia menginstruksikan seluruh menteri agar tidak menjegal pihak manapun dalam urusan tender negara hanya karena perbedaan latar belakang politik.

"Saya sekarang mengikuti contoh beliau saya sekarang presiden tidak boleh kita lihat latar belakang politik kalau dia bener dia menang dengan benar harus kita berikan saudara-saudara," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.