Survei Adidaya Institute: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 68,2 Persen, MBG dan CKG Tuai Dukungan Besar

AKURAT.CO Survei terbaru Adidaya Institute menunjukkan mayoritas masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 27,1 persen menyatakan tidak puas.
Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute Ahmad Fadhli mengatakan angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang masih kuat di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.
“Di tengah ancaman perang dan situasi ekonomi dunia yang semakin tidak pasti, tingkat kepuasan 68,2 persen merupakan capaian yang cukup baik,” kata Fadhli dalam paparan survei, Rabu (10/6/2026).
Dalam survei yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai sebagai menteri dengan kinerja terbaik.
Sebanyak 36,8 persen responden memilihnya sebagai anggota kabinet yang paling baik dalam melayani masyarakat.
Fadhli menilai tingkat kepuasan tersebut juga dipengaruhi kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Sebanyak 68,8 persen responden meyakini pemerintahan Prabowo-Gibran serius memberantas korupsi, sementara 62,5 persen menilai penegakan hukum berjalan adil.
“Publik melihat komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi cukup kuat,” ujarnya.
Terkait evaluasi kabinet, survei menunjukkan publik belum mendesak adanya reshuffle. Sebanyak 48,1 persen responden mendukung perombakan kabinet, sementara 32,1 persen menolak.
Baca Juga: Polres Metro Bekasi Selidiki Laporan yang Seret Nama Oknum DPD APDESI Jabar
Ekonomi Membaik
Survei juga mencatat persepsi positif terhadap kondisi ekonomi.
Sebanyak 61,1 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik dibanding tahun sebelumnya, sedangkan 59,6 persen menyebut kondisi ekonomi nasional mengalami perbaikan di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Selain itu, 68,6 persen responden optimistis target swasembada beras yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai pada 2026.
Meski demikian, mayoritas responden berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM.
Sebanyak 63,2 persen responden menyatakan tidak setuju jika harga BBM dinaikkan akibat gejolak harga minyak dunia.
MBG, KDKMP, dan CKG Didukung Mayoritas Publik
Program-program unggulan pemerintah juga mendapat tingkat dukungan yang tinggi.
Sebanyak 71,5 persen responden mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), 75,6 persen mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan 93,3 persen mendukung Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menurut Fadhli, hasil tersebut menunjukkan dukungan masyarakat terhadap program prioritas pemerintah jauh lebih besar dibandingkan persepsi yang berkembang di media sosial.
“Mayoritas masyarakat mendukung program-program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran,” katanya.
Survei juga menemukan 67,6 persen responden merasakan manfaat langsung MBG bagi keluarga, sementara 82,6 persen menilai Program CKG memberikan dampak nyata.
Meski demikian, aspek tata kelola masih menjadi sorotan utama masyarakat.
Sebanyak 24,9 persen responden menilai tata kelola menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan MBG, sedangkan 23,1 persen menyampaikan hal serupa terhadap KDKMP.
Baca Juga: Fungsi PLN dalam Penyediaan Listrik Nasional di Indonesia
Untuk CKG, persoalan utama yang disorot adalah sosialisasi program yang dinilai masih perlu diperkuat.
Terkait isu politik nasional, sebanyak 62,5 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap upaya menjatuhkan pemerintahan Prabowo-Gibran di tengah masa jabatan.
“Mayoritas masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada Presiden Prabowo,” ujar Fadhli.
Prabowo Teratas dalam Elektabilitas Capres
Dalam simulasi Pemilihan Presiden 2029, Prabowo Subianto menempati posisi teratas dengan elektabilitas 32,6 persen.
Posisi berikutnya ditempati Dedi Mulyadi (14,2 persen), Anies Baswedan (10,7 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (3,5 persen), dan Ganjar Pranowo (2,8 persen).
Dari sisi popularitas, Prabowo juga menjadi tokoh paling dikenal dengan tingkat popularitas mencapai 96,6 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka (92,7 persen), Anies Baswedan (91,5 persen), dan Dedi Mulyadi (90,4 persen).
Untuk simulasi calon wakil presiden, Dedi Mulyadi mencatat elektabilitas tertinggi sebesar 23,9 persen.
Posisi berikutnya ditempati AHY dengan 13,8 persen dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 13,7 persen.
Sementara pada simulasi pemilihan legislatif, Partai Gerindra menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi sebesar 30,5 persen. Posisi berikutnya ditempati PDIP dengan 11,5 persen dan PKS sebesar 9,1 persen.
Survei Adidaya Institute dilakukan pada 1–8 Mei 2026 terhadap 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi menggunakan metode probability sampling.
Survei memiliki margin of error ±2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Validasi responden dilakukan melalui dokumentasi foto dan verifikasi lokasi menggunakan sistem geotagging.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









