Wacana Prabowo Dua Periode Masih Terlalu Dini, Waketum PKB: Fokus Sukseskan Pemerintahan Saat Ini

AKURAT.CO Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai wacana mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode masih terlalu dini untuk dibahas.
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, mengatakan, fokus utama saat ini seharusnya diarahkan pada keberhasilan pemerintahan dalam merealisasikan program dan janji yang telah disampaikan.
Pernyataan itu disampaikan Jazilul saat menanggapi pertanyaan mengenai arahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kepada kader PSI terkait dukungan terhadap Prabowo untuk dua periode.
"Fokus kita adalah menyukseskan Pak Prabowo. Kalau ada yang mau buat dua periode atau pikiran-pikiran lain soal itu, saya justru melihatnya akan membuat hambatan-hambatan di pendapat publik. Karena apa? Publik itu menginginkan hari ini apa yang menjadi program hari ini tercapai, targetnya. Kalau berpikir dua periode, saya pikir prematur," jelasnya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Jazilul menilai pembahasan mengenai Pilpres 2029 pada saat ini justru berpotensi mengalihkan perhatian dari agenda-agenda pemerintahan yang sedang berjalan.
Menurutnya, masyarakat saat ini lebih menaruh harapan pada keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan, memperkuat perekonomian, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Saat ditanya apakah wacana dua periode dapat mengganggu fokus pemerintahan, Jazilul mengaku tidak memahami alasan munculnya isu tersebut di tengah jalannya pemerintahan yang baru berlangsung.
"Tentu. Menurut saya tidak ada angin tidak ada hujan bicara soal dua periode, saya tidak ngerti. Itu urusan siapa yang menyampaikan. Tetapi maksud saya pemerintah, masyarakat hari ini ingin periode yang sedang berjalan ini semua tuntas apa yang menjadi program, janji-janji di dalam kampanye kemarin," terangnya.
Menurut Jazilul, keberhasilan pemerintahan saat ini jauh lebih penting dibanding membicarakan kontestasi politik yang masih beberapa tahun lagi.
"Dan pemerintah juga bisa mewujudkan kesejahteraan, kemajuan ekonomi dan lain-lain. Saya pikir itu yang lebih penting," katanya.
Baca Juga: Djarot: Jokowi Lebih Siapkan Gibran Jadi Presiden Ketimbang Kawal Pemerintahan Prabowo Dua Periode
Dukungan terhadap pemerintahan Prabowo sebaiknya diwujudkan melalui kerja bersama untuk memastikan seluruh program prioritas dapat terlaksana dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyampaikan bahwa Jokowi meminta partainya hingga para simpatisan mengawal pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Menurut dia, Jokowi juga meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran dua periode.
"Kepada kami, beliau menyampaikan bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini. Bahkan ya sampai dua periode. Jadi, tidak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari bagaimana bisa dua? Ada-ada aja," kata Bestari, pada Jumat (18/6/2026).
Bestari mengungkap pesan saat bertemu dengan ayah Ketum PSI, Kaesang Pangarep, tersebut di Solo pada Kamis (18/6/2026). Menurutnya, Jokowi mengingatkan untuk jaga keharmonisan dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang tengah berjalan.
Baca Juga: 'Surat Cinta' dari Nias Utara untuk Prabowo, Ucapan Syukur Atas Fasilitas Sekolah dan Program MBG
"Saya dititip pesan ya, jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di mana pun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini. Mau matahari apa lagi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









