Perkuat Tata Kelola Pemilu, KPU Jakarta Bakal Konsolidasi dengan 18 Parpol

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta menggelar Program Kolaboratif bersama partai politik tingkat provinsi, melalui Forum Konsolidasi Demokrasi dan Kemitraan Kepemiluan yang berlangsung pada Juli hingga Desember 2026.
Program ini menjadi wadah dialog berkelanjutan antara penyelenggara pemilu dan partai politik, untuk memperkuat tata kelola kepemiluan pasca-Pemilu dan Pemilihan 2024.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Jakarta, Dody Wijaya, mengatakan forum tersebut dirancang sebagai ruang komunikasi strategis yang tidak hanya membahas persoalan teknis administrasi kepemiluan, tetapi juga memperkuat kemitraan jangka panjang dengan partai politik.
Baca Juga: KPU DKI Dorong Parpol Rutin Perbarui Data SIPOL Jelang Tahapan Pemilu
"Forum Konsolidasi Demokrasi dan Kemitraan Kepemiluan ini merupakan ruang dialog yang strategis antara KPU Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan partai politik," kata Dody saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, forum itu bertujuan membangun komunikasi yang berkesinambungan sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.
"Tujuannya bukan hanya membahas aspek administratif kepemiluan, tetapi juga membangun komunikasi yang berkelanjutan, saling bertukar masukan, serta memperkuat tata kelola kepemiluan yang semakin transparan, akuntabel, dan partisipatif," ujarnya.
Dia menegaskan, partai politik merupakan salah satu pemangku kepentingan utama dalam sistem demokrasi. Karena itu, komunikasi antara KPU dan partai politik tidak seharusnya hanya terjalin saat tahapan pemilu berlangsung.
Melalui program tersebut, KPU Jakarta akan melakukan kunjungan ke 18 partai politik peserta Pemilu 2024 secara bergiliran, mulai 8 Juli hingga 23 Desember 2026. Nantinya, di setiap kunjungan akan membahas sejumlah agenda strategis.
Baca Juga: Polres Jakpus Tetapkan Tujuh Tersangka dalam Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan
Di antaranya, pemutakhiran data partai politik melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL), penguatan pemeliharaan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB), mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD DKI Jakarta, perkembangan regulasi kepemiluan, evaluasi penyelenggaraan pemilu, hingga isu-isu strategis lainnya terkait penguatan demokrasi.
Dody berharap, forum tersebut menjadi fondasi bagi terbangunnya hubungan yang lebih erat antara penyelenggara pemilu dan partai politik, sehingga kualitas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di Jakarta terus meningkat.
"Melalui forum ini, KPU ingin membangun kemitraan yang berkesinambungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di masa mendatang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








