Akurat Logo

Disamakan dengan Simbol "Injak Banteng", Jokowi Buka Suara Soal Ritual Kepala Kerbau di Lampung

Ayu Rachmaningtyas | 7 Juli 2026, 23:24 WIB
Disamakan dengan Simbol "Injak Banteng", Jokowi Buka Suara Soal Ritual Kepala Kerbau di Lampung
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memberikan klarifikasi terkait prosesi penerimaan gelar adat yang dijalaninya saat melakukan kunjungan ke Lampung.

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memberikan klarifikasi terkait prosesi penerimaan gelar adat yang dijalaninya saat melakukan kunjungan ke Lampung.

Jokowi menegaskan bahwa aksi menginjak kepala kerbau dalam prosesi tersebut murni merupakan bagian dari ritual adat yang telah diwariskan turun-temurun, bukan sebuah sindiran politik.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi untuk merespons narasi di media sosial yang menyamakan prosesi menginjak kepala kerbau tersebut dengan simbol menginjak kepala banteng, yang kerap dikaitkan dengan lambang partai politik tertentu.

“Itu ritual adat. Sekali lagi, itu ritual adat yang sudah tidak sekali dua kali, sudah ratusan kali dilakukan (oleh masyarakat adat setempat),” ujar Jokowi di kediamannya, Solo, Selasa (7/7/2026).

Jokowi menjelaskan bahwa ritual tersebut merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari masyarakat adat di Lampung kepada dirinya. Penganugerahan gelar itu diberikan langsung oleh istana Kedaton Kerajaan Lampung.

“Ya, itu kan bentuk penghormatan dari masyarakat adat di Lampung. Bentuk penghormatan dari Istana Kedaton Kerajaan Lampung. Dan saya tentu merasa sangat terhormat diberikan penghargaan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Tanggapi Sidang Roy Suryo, Jokowi: Saya Akan Datang Bawa Ijazah SD Sampai S1

Oleh karena itu, Jokowi meminta publik untuk objektif dan tidak mengaitkan setiap prosesi adat dengan kepentingan atau dinamika politik praktis.

Menurutnya, menyangkutpautkan tradisi kebudayaan dengan politik sering kali tidak berdasar dan tidak relevan.

Di akhir keterangannya, Jokowi mengajak masyarakat luas untuk tetap fokus menghormati nilai-nilai tradisi, adat istiadat, serta keragaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

“Jangan semua hal ditarik ke ranah politik, sering tidak sambung. Kita harus terus menghargai adat-istiadat, terus menghargai kearifan lokal, serta terus menghargai kebudayaan-kebudayaan kita, karena budaya Indonesia ini sangat beragam sekali,” tegas Jokowi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.