Akurat Logo

Bahlil Tegur AMPI, Minta Hentikan Konflik Internal dan Perkuat Soliditas Kader

Saeful Anwar | 3 Agustus 2026, 16:36 WIB
Bahlil Tegur AMPI, Minta Hentikan Konflik Internal dan Perkuat Soliditas Kader
Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti dinamika yang terjadi di tubuh Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Ia meminta organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar itu menghentikan konflik internal dan fokus memperkuat kaderisasi serta konsolidasi organisasi.

Bahlil menilai, perselisihan di internal organisasi hanya akan menghambat kerja-kerja politik dan mengurangi efektivitas pembinaan kader.

“Organisasi-organisasi sayap, pemuda kayak AMPI ini jangan konflik terus. Apa itu? Satu kepengurusan empat kali ganti sekjen. Apa itu?" kata Bahlil dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Ia mengaku tidak pernah menemukan praktik serupa ketika aktif di AMPI.

Menurutnya, seringnya pergantian pengurus menunjukkan perlunya evaluasi terhadap proses kaderisasi di dalam organisasi.

“Dulu saya nggak pernah belajar kayak begitu di AMPI. Ilmu apa ini? Mungkin gara-gara pengaderannya juga mulai nggak jelas," ujarnya.

Bahlil menegaskan soliditas internal merupakan syarat utama agar organisasi mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Jokowi Sebut Mesin Politik PSI Hampir Lengkap, Bidik Kemenangan Besar pada 2029

Karena itu, ia meminta seluruh kader mengedepankan persatuan dibanding memperbesar perbedaan di internal.

“Tidak akan mungkin kita bisa mencapai tujuan secara maksimal kalau di internal kita nggak kompak," tegasnya.

Bahlil juga mengingatkan agar energi organisasi tidak dihabiskan untuk perdebatan yang tidak substantif.

Menurutnya, organisasi kepemudaan harus fokus mencetak kader berkualitas dan mendukung agenda perjuangan Partai Golkar.

“Ngapain berdebat hal-hal yang tidak substantif? Itu malah justru memperlambat laju percepatan kita," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.