Industri Sawit Dibilang Jadi Sektor Inklusif Bukan Eksklusif, Mengapa?
AKURAT.CO, Minyak sawit merupakan sumber pangan berbasis minyak nabati yang terbesar dalam produksinya, diperdagangkan, dan dikonsumsi secara internasional. Hal ini menunjukkan bahwa industri sawit global telah menjadi bagian penting dari ketahanan pangan global.
Industri minyak sawit merupakan sektor industri yang bersifat inklusif, bukan sektor eksklusif. Lantas, mengapa demikian?
Data PASPI menemukan bahwa berdasarkan indeks multiplier output, pendapatan, tenaga kerja, dan nilai tambah perkebunan kelapa sawit lebih besar dari satu.
Hal ini berarti, dampak multiplier perkebunan kelapa sawit lebih besar daripada rata-rata dampak multiplier sektor-sektor ekonomi nasional.
“Hal ini juga bermakna bahwa perkembangan perkebunan kelapa sawit yang disebabkan oleh peningkatan konsumsi, investasi maupun ekspor akan menciptakan manfaat yang lebih besar baik dalam bentuk output, pendapatan, nilai tambah dan penciptaan kesempatan kerja, bukan hanya pada perkebunan kelapa sawit, tetapi juga dalam perekonomian secara keseluruhan,” catat laporan PASPI.
Tidak hanya itu, jika terjadi peningkatan ekspor minyak sawit maka dampaknya turut meningkatkan pendapatan pada perkebunan kelapa sawit secara langsung, juga terjadi peningkatan pendapatan melalui indirect effect dan induced consumption effect pada sektor-sektor perekonomian nasional khususnya pada 10 sektor ekonomi utama.
“Perkebunan kelapa sawit secara ekonomi, bukanlah kegiatan ekonomi yang eksklusif melainkan kegiatan ekonomi yang bersifat inklusif,” catat laporan PASPI.
Tidak hanya itu, PASPI juga mencatat bahwa pertumbuhan perkebunan kelapa sawit akan menciptakan kue ekonomi bagi sektor-sektor ekonomi nasional baik secara langsung maupun yang terkait tidak langsung dengan perkebunan kelapa sawit.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal



