AKURAT.CO Biji kopi adalah salah satu salah satu komoditas penting yang dibudidayakan hampir seluruh negara dan menjadi bahan dasar dari minuman kopi yang populer. Namun, produksi biji kopi tidak selalu lancar, terutama ketika cuaca ekstrem seperti kemarau panjang yang sedang dirasakan Indonesia pada tahun 2023 ini.
Dilansir dari berbagai sumber, Selasa, 10 Oktober 2023, kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung panas membuat sebagian biji kopi gagal berbunga. Akibatnya, produksi kopi menurun hingga 20-80% di Jawa Barat.
Bukan hanya di Indonesia, negara-negara besar penghasil kopi juga mengalami terancamnya produksi kopi yang menurun, seperti Brazil, Vietnam, dan Colombia. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi?
Baca Juga: Raih Sertifikat Halal, Point Coffee Gunakan 100% Biji Kopi Berkualitas Asli Indonesia
Mengapa Iklim Mempengaruhi Produksi Kopi?
Peningkatan suhu bumi dapat menyebabkan produksi kopi secara global. Hal ini terkait dengan beberapa faktor yang mempengaruhi tanaman kopi, seperti rangkuman berikut.
1. Perubahan pola hujan
Biji kopi ini membutuhkan jumlah air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, jika musim hujan menjadi tidak teratur atau bahkan tidak turun hujan sama sekali, maka tanaman kopi bisa mengalami kaekeringan yang dapat mengurangi produksi kopi.
2. Kekeringan
Iklim yang semakin panas dapat menyebabkan kekeringan yang lebih sering dan parah. Tanaman kopi memerlukan jumlah air yang cukup untuk berkembang dengan baik. Kekeringan dapat menyebabkan stres pada tanaman, mengurangi produksi buah dan kualitas biji kopi.
3. Perubahan suhu
Iklim yang semakin panas dapat menyebabkan kekeringan yang lebih sering dan parah. Tanaman kopi memerlukan jumlah air yang cukup untuk berkembang dengan baik. Kekeringan dapat menyebabkan stres pada tanaman, mengurangi produksi buah dan kualitas biji kopi.
4. Penyakit dan hama
Peningkatan suhu dan kelembaban yang lebih tinggi dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman kopi. Misalnya, serangan kutu daun dan penyakit seperti karat daun dapat menjadi masalah yang lebih serius.
Kemarau yang berkepanjangan seperti yang terjadi di Indonesia mengakibatkan penurunan produksi biji kopi, penurunan produksi ini mempengaruhi ketersediaan biji kopi di pasar lokal dan internasional dan berdampak pada peningkatan harga kopi itu sendiri. (Ami Fatimatuz Zahro’)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







