Sektor Industri Sumbang 20 Persen Emisi GRK, Menperin Jalankan Strategi Dekarbonisasi Ini

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus menjalankan strategi dekarbonisasi di sektor industri dengan merangkul para stakeholder yang terkait. Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang mengatakan, pemerintah terus mengupayakan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan oleh sektor industri.
Saat ini, sektor industri berkontribusi 15-20% dari total emisi GRK nasional dan bila dilihat dari sumber emisinya, 60% berasal dari penggunaan energi, 25% emisi dari limbah industri, dan 15% berasal dari Industrial Process and Product Use (IPPU).
“Salah satu langkah untuk mempercepat target Net Zero Emissions (NZE) adalah dengan meminimalkan komponen limbah industri dan IPPU di industri,” kata Menperin Agus yang dikutip dari rilis pada, Sabtu (14/10/2023).
Baca Juga: Indonesia Targetkan Pangkas Emisi GRK, Menko Luhut Beberkan Ini!
Menperin menjelaskan, berdasarkan studi Polestar dan Rivian tahun 2021 di Eropa, bahwa emisi yang dihasilkan kendaraan listrik lebih rendah yaitu 39 Tonnes of Carbon Dioxide Equivalent (tCO2e) dibandingkan kendaraan listrik hybrid (HEV) sebesar 47tCO2e, dan kendaraan konvensional yang mencapai 55 tCO2e.
“Tingginya Life Cycle Emissions kendaraan konvensional dan kendaraan listrik hybrid terutama berasal dari faktor emisi gas buang saat pemakaian (tailpipe emissions), masing-masing sebesar 32 tCO2e (57 persen) dan 24 tCO2e (51 persen). Sedangkan, pada kendaraan listrik, faktor produksi energi listrik menjadi faktor utama penghasil emisi, yaitu 26 tCO2e (66.7 persen),” ucap Agus.
Lebih merinci, emisi yang dihasilkan dari Electric Vehicle (BEV) juga lebih rendah karena mengkonsumsi energi lebih sedikit dan kurangnya komponen mekanis yang kompleks seperti transmisi. Kemudian, baterai bekas kendaraan listrik BEV dapat didaur ulang atau dijadikan energi penyimpanan sekunder.
“Emisi kendaraan listrik akan jauh lebih rendah jika energi listrik yang digunakan untuk proses produksi dan saat mengisi baterai berasal dari energi bersih yang ramah lingkungan. Sehingga, harapannya dekarbonisasi sektor kelistrikan dapat membantu mengurangi penggunaan fase emisi pada BEV,” ungkap Agus.
Sebagai tambahan, strategi dekarbonisasi di sektor industri terdiri atas pemanfaat teknologi hemat energi yang didorong pemerintah untuk lebih proaktif dan bisa mencapai target NZE di sektor industri pada tahun 2050.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









