Cari Peluang Investasi Baru, Mandiri Capital Indonesia Bidik 6 Startup Ini

AKURAT.CO PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), entitas Grup Mandiri di bidang modal ventura menjaring 6 startup lewat Zenith, sebuah program startup accelerator yang baru diluncurkan belum lama ini.
Keenam startup yakni Imajin, Lifepack, Fishlog, AI Rudder, Praktis dan Rekosistem berpeluang bergabung dengan startup lainnya yang telah lebih dulu menjadi portolio MCI.
Chief Investment Officer MCI, Dennis Pratistha mengatakan enam startup terbaik yang tersaring lewat Zenith tersebut merupakan strategi acceleration for integration MCI. Artinya, mereka sudah melewati proses uji coba business matching atau perkawinan model bisnis dengan entitas Grup Mandiri lainnya, ekosistem BUMN maupun punya potensi pertumbuhan ke depan.
Baca Juga: Lewat Cashlez, Mandiri Capital Indonesia Pimpin Pendanaan Startup US$2 Juta
Enam startup ini merupakan pipeline yang selanjutnya akan melewati due dilligent untuk menentukan akankah mereka bergabung dalam portofolio MCI.
"Kita tetap melakukan new investment opportunity of course, kita sudah riset. Again kenapa kita adakan program seperti Zenith ini merupakan pipeline untuk seleksi masuk ke portfolio kita," kata Dennis di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Dikatakan, meski tahun 2023 tergolong masih musim tech winter atau seretnya pendanaan dari investor ke startup, MCI tetap aktif mencari peluang investasi baru.
Laporan terkini Google, Bain&Company, serta Temasek menyebutkan nominal suntikan dana investor ke startup di Indonesia turun 87%.
"Pendanaan startup di 2023 memang mengalami penurunan sangat drastis ya hingga kuartal III, dan kuartal IV-2023 ini saya kira mulai aktif lagi. Mandiri Capital Investment pun sekarang lagi aktif di beberapa potential investment jadi kita sudah mulai aktif riset, kita enggak berhenti melihat peluang investasi sih," kata Dennis.
Investasi Selektif
Ditambahkan, strategi investasi MCI dari tahun ke tahun sebenarnya tidak berubah dengan tetap menggunakan 7 metrik untuk penyaringan calon startup yang akan dipilih menjadi portofolio mereka. Salah satu metrik yang digunakan adalah social impact atau memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi kebanyakan masyarakat.
Namun cara MCI menganalisa dan melihat calon startup yang dibidik untuk pendanaan kian selektif. Dijelaskan, sepanjang tahun 2023 MCI sudah melakukan investasi baik investasi ke startup baru maupun ke startup existing di daftar portfolio mereka.
Investasi lanjutan ke startup existing dilakukan karena MCI sudah melihat sendiri potensi pertumbuhan yang besar dari satu startup sehingga investasipun dilakukan dengan penuh percaya diri.
"Seperti iSeller ini kita sudah masuk beberapa kali. Wah ternyata setelah kita bantu sekali kita analisa growthnya bagus kita investasi lagi, kita lihat dimana lagi kita bisa bantu mereka, terus seperti itu. Sama, jadi dari semua portfolio kita itu yang kita lakukan. Ketika kita melihat pertama potential growthnya sangat tinggi kita akan invest, kedua kalau kita bisa bantu mereka grow kita akan sangat agresif," imbuh Dennis.
MCI juga tidak latah investasi ke sektor atau industri baru yang tengah booming atau istilahnya FOMO. Untuk itu investasi dilakukan hanya ketika mereka confident atau yakin karena dengan begitu otomatis MCI akan mendapatkan return sebagai investor.
"Kita bukan investasi ke yang lagi booming yah, namun ke perusahaan-perusahaan yang memang bisa kita bantu grow seperti halnya kita sekarang lagi mihak construction tech, manufacturing tech, value chain tech, jadi kita bukan investasi yang FOMO," kata Dennis.
Dennis menegaskan investor yang berpindah-pindah dari satu tren ke tren lainnya lebih mirip spekulan dan bukan merupakan cara yang baik dalam berinvestasi. Misalkan tahun 2022 lalu investasi yang booming adalah seputar Web3, termasuk bolckchain, kripto dan NFT. Lalu loncat ke sektor yang tahun ini booming seperti misalnya AI.
"Kalau kita investasi yang FOMO lihat saja apa yang terjadi di kripto dan sebagainya. That's not a good way of investing. Dan startup tren sih selalu ada, tapi apakah kita akan investasi di setiap ada new sector atau new industry belum tentu," kata Dennis.
Menurut Dennis, MCI akan selalu bener-bener selektif menengok sebuah startup bidikannya, apakah kira-kira mereka bisa sustain atau tidak. MCI juga akan selalu konsistem mencari peluang investasi baru terlepas musim winter tech ataupun summer misalnya, tahun politik ataupun marak risiko geopolitik, pihaknya akan selalu melakukan due dilligent.
"Tapi sekali lagi kami tidak pernah memaksakan diri untuk investasi kalau memang enggak ada barang yang bagus kan kasarnya begitu. Jadi logicnya saja," kata Dennis.
Tambahan informasi, saat ini MCI menggenggam beberapa startup dalam daftar portofolionya, termasuk AgriAku, Amartha, Ayoconnect, Bukalapak, Cakap, Crowde, FitAja, GoTo, Greenhope, Halofina, Investree, iSeller, Kecilin.id, KoinWorks, LinkAja, Mekari, Privyid, PTEN, Qoala, Sinbad dan Yokke.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










