Akurat
Pemprov Sumsel

Sukses Salip Penjualan Tesla, BYD Tebar Bonus Rp4,36 Triliun ke Dealer

M. Rahman | 3 Januari 2024, 21:54 WIB
Sukses Salip Penjualan Tesla, BYD Tebar Bonus Rp4,36 Triliun ke Dealer

AKURAT.CO Produsen kendaraan listrik atau EV asal China, BYD merayakan kesuksesannya mengalahkan penjualan Tesla dengan memberikan bonus kepada dealer mobil lokal yang berhasil mencapai target penjualan mereka pada tahun 2023.

BYD memberikan penghargaan kepada dealer mobil lokal yang berhasil mencapai target penjualan mereka. Mereka memberikan bonus sebesar 666 yuan (Rp1,45 juta) untuk setiap mobil yang terjual selama tahun lalu. Angka 666 dianggap sebagai angka yang membawa keberuntungan dalam budaya China.

Bonus ini diberikan usai BSDberhasil menggeser Tesla sebagai produsen mobil listrik terlaris di dunia pada kuartal IV-2023 lalu. BYD kini menjadi penjual kendaraan listrik terbesar di dunia.

Baca Juga: Perdana Salip Tesla, BYD Kirimkan 526 Ribu Kendaraan Listrik di Kuartal IV-2024

Sebagai apresiasi, BYD akan membagikan total hingga 2 miliar yuan (setara Rp4,36 triliun) kepada dealer yang mencapai target penjualan mereka pada tahun 2023. Informasi ini didapat dari laporan Reuters dan pertama kali dilaporkan oleh media China, Yicai.

Keberhasilan ini datang setelah BYD mengirimkan 526.409 mobil pada kuartal keempat tahun 2023, mengungguli Tesla yang hanya mengirimkan 484.507 unit.

BYD, yang mendapat dukungan dari investor terkenal, Warren Buffett, berhasil bersaing dengan Tesla dengan fokus pada kendaraan berharga terjangkau. Sebagai contoh, BYD meluncurkan kendaraan listrik Seagull seharga 73.000 yuan (sekitar Rp150 juta) tahun lalu.

Perusahaan kendaraan listrik China semakin melirik ekspansi ke pasar internasional karena persaingan di pasar domestik mereka semakin sengit. Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa kendaraan listrik China yang terjangkau dapat membanjiri pasar Barat.

Sebelumnya, pejabat Amerika Serikat menjadi khawatir atas rencana BYD dan perusahaan kendaraan listrik China lainnya, MG dan Chery, yang berencana membangun pabrik di Meksiko. Anggota parlemen memperingatkan bahwa ini dapat membuka pintu belakang bagi kendaraan listrik China masuk ke pasar AS.

Elon Musk, yang sebelumnya meremehkan BYD, mengubah pandangannya terhadap rivalnya di China. Dalam wawancara pada bulan November, Musk menyatakan bahwa perusahaan China seperti BYD adalah ancaman terbesar bagi Tesla.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa