Akurat
Pemprov Sumsel

Produksi Energi Bersih Pertamina NRE Naik 17 Persen Jadi 5,5 Juta MWh di 2023

M. Rahman | 4 Januari 2024, 19:28 WIB
Produksi Energi Bersih Pertamina NRE Naik 17 Persen Jadi 5,5 Juta MWh di 2023

AKURAT.CO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mencetak pertumbuhan produksi pembangkitan listrik berbasis energi bersih sebesar 17,02% menjadi 5,5 juta MWh (unaudited) di sepanjang 2023. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama yang sebesar 4,7 juta MWh.

Salah satu bisnis Pertamina NRE adalah pembangkitan Listrik yang bersumber dari energi bersih, antara lain panas bumi, tenaga surya, biogas, dan gas uap. Dari pembangkit Listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dioperasikan oleh anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy, Tbk (PGE), produksi listrik yang dihasilkan hingga akhir tahun 2023 mencapai 4,7 juta MWh (unaudited) atau naik 2% dibandingkan produksi listrik sebelumnya pada periode yang sama. 

Sementara produksi dari pembangkit Listrik berbasis energi terbarukan, seperti pembangkit Listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit Listrik tenaga biogas (PLTBg) total mencapai 47 ribu MWh (unaudited) atau meningkat sebesar 59% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Baca Juga: Pertamina NRE - Kilang Pertamina Internasional Kerja Sama Terapkan Efisiensi Energi

Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi mengatakan selain itu salah satu yang menjadi pencapaian Pertamina NRE adalah beroperasinya pembangkit Listrik tenaga gas uap (PLTGU) Jawa-1 unit 2 yang berkapasitas 880 MW di Desember 2023. Dengan beroperasinya pembangkit Listrik tersebut, maka ada tambahan produksi Listrik sebesar 751 ribu MWh. Bukan itu saja, berita baik juga datang dari Rokan dengan beroperasinya PLTS berkapasitas 25,7 MWp di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PLTS berkapasitas 2,25 MWp di area operasi Kilang Pertamina Plaju.

“Di [enghujung tahun 2023 kita sudah berhasil mengoperasikan project energi bersih skala besar seperti PLTS WK Rokan 25,7 MWp, PLTS Kilang Plaju 2,25 MWp, dan PLTGU Jawa-1 Unit 2 yang berkapasitas 880 MWp. Tidak berhenti disitu, kami sedang finalisasi serangkaian proses tahap akhir untuk beberapa proyek yang siap dioperasikan di 2024 ini, seperti PLTS Kilang Balongan, PLTS Kilang Dumai, PLTS Kilang Cilacap, PLTS di fasilitas Pemasaran Pertamina, dan tentunya PLTGU Jawa-1 Unit 1. Semua kita optimalkan demi terciptanya ekosistem energi bersih di Indonesia," ungkap Dicky dikutip Kamis (4/1/2024).

Ditambahkan, kinerja operasional yang baik tersebut juga didukung oleh kinerja HSSE yang cemerlang, di mana total jam kerja selamat mencapai 17.970.302 dan tanpa fatalitas. Tidak hanya itu, di tahun 2023, Pertamina NRE berhasil melaksanakan berbagai kerjasama strategis dalam industri hijau.

Antara lain kerjasama komersial dengan Perhutani dalam Project Nature and Ecosystem Based Solutions (NEBS) untuk konsesi Semamu, kerjasama dalam pengembangan green hydrogen dan green amonia, kerja sama proyek uji coba kendaraan listrik dengan Pertamina Patra Niaga (PPN) dan Honda, serta melantainya PT PGE Tbk di bursa saham dengan kode emiten PGEO pada 25 Februari 2023.

PT PGE Tbk juga memenangkan proyek pengelolaan wilayah kerja panas bumi Way Ratai bekerja sama dengan Chevron, disusul dilaksanakannya GroundBreaking PLTP Lumut Balai unit 2 berkapasitas 55 MW di Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan. Tak hanya itu, kabar membanggakan lainnya adalah keberhasilan Pertamina NRE menjadi penjual kredit karbon pertama di peluncuran bursa karbon (IDXCarbon) yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 26 September 2023.

"Kinerja positif ini semua berkat kerja tanpa lelah dari keluarga besar Pertamina NRE group dan tentunya dengan dukungan dari para pemangku kepentingan terkait. Selain dari sisi capaian operasional, Pertamina NRE juga berhasil mendapatkan beberapa penghargaan bereputasi internasional maupun nasional. Peran strategis dan sumbangsih Pertamina NRE sebagai garda terdepan transisi energi semakin diakui," imbuh Dicky.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa