"Tadi kita melihat investasi dunia usaha kita perusahaan Indonesia di Filipina yaitu Mayora yang kita melihat ternyata menguasai pasar hampir 50 persen di Filipina,"ujar Presiden di Carmona, Filipina, dikutip Kamis (11/01/2024).
Baca Juga: 5 Fakta Jogi Hendra Atmadja, Lulusan Kedokteran yang Dirikan Mayora
Ditambahkan, jumlah produk kopi yang dihasilkan oleh KPC sangat besar. Oleh karena itu, Presiden berharap industri tersebut dapat memberikan dampak positif bagi para petani Indonesia untuk turut berkontribusi dalam menyediakan bahan baku produksi.
"Jadi produk-produk kopi saset yang jumlahnya saya kira sangat besar sekali dan itu akan memberikan kontribusi pada kebutuhan bahan baku kopi, singkong, dan lain-lainnya yang akan sangat bagus untuk para petani," lanjutnya.
Capaian anak usaha MYOR dalam menguasai pasar di Filipina tersebut tak lepas dari ekspansi dan modal kerja yang terus digulirkan oleh perusahaan.
Sebelumnya pada 11 Juli 2022, Kopiko Philippines Corporation memperoleh fasilitas pinjaman kredit bergulir dengan komitmen dari MUFG Bank Ltd. dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar PHP300 juta setara Rp 84,7 miliar yang jatuh tempo sampai dengan tanggal 12 Juli 2027. Pinjaman ini memperoleh fasilitas revolving loan untuk modal kerja.
Kemudian pada 4 November 2022 lalu memperoleh fasilitas pinjaman kredit bergulir untuk modal kerja (committed) dari MUFG Bank Ltd. dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar PHP31 juta setara Rp8,75 miliar yang jatuh tempo pada 2 Februari 2023. Kopiko Philippines Corporation telah melunasi pinjaman tersebut.
Tercatat pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kopiko Philippines Corporation dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan yang telah dipersyaratkan oleh kreditur.










