Kelakar Bos SKK Migas Soal Kontraktor Blok Masela: Namanya Abadi, Makanya Enggak Selesai-selesai

AKURAT.CO Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan tak ada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) baru di Proyek Abadi Blok Masela. Dengan demikian lapangan ini akan tetap dikelola konsorsium yang sudah ada yakni Inpex, Pertamina dan Petronas.
Sekretaris SKK Migas Shinta Damayanti menegaskan, tidak ada rencana divestasi hak partisipasi untuk Blok Masela. Blok Masela sendiri menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mulai dilakukan seremonial kick-off pada Desember 2023 lalu setelah sempat mandek lebih dari dua dekade.
"Sejak kami lakukan kick off pada akhir tahun lalu, beberapa kali bertemu dengan pejabat Inpex, semua tone-nya adalah bagaimana bisa melakukan percepatan proyek," kata Shinta di sela konperensi pers Capaian Kerja Hulu Migas 2023 Jumat, 12 Januari 2024.
Baca Juga: Tok! Pertamina Dan Petronas Resmi Akuisisi 35 Persen Kepemilikan Shell Di Blok Masela
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir pelaksanaan proyek Abadi Masela mengalami kendala seperti Pandemi COVID-19 hingga tak kunjung sepakatnya persoalan hak partisipasi.
"Memang nama proyeknya aja kurang pas, namanya Abadi, makanya proyeknya abadi enggak selesai-selesai, Abadi Masela. Beberapa tahun lalu ada 3 aspek lah yang membuat proyeknya terhenti gitu ada pandemi ada lain-lain," ujar Dwi.
Sekedar informasi, tahun 2023 SKK Migas telah menyelesaikan penjualan hak partisipasi Shell, memasukan implementasi CCS dan review rencana pengembangan. Dwi menjelaskan, Proyek Abadi Masela ditargetkan onstream pada 2029.
Sebelumnya, Dwi menyampaikan nilai investasi di Blok Masela tersebut mencapai USD20,9 miliar atau sekitar Rp324 triliun. Di mana volume produksi LNG tahunan pada proyek LNG Abadi diperkirakan akan mencapai 9,5 juta ton.
Produksi ini juga diharapkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan ketahanan energi di Indonesia, Jepang, dan negara-negara Asia lainnya serta menghasilkan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang. Inpex bersama PT Pertamina dan Petronas akan melanjutkan operasi, termasuk beberapa kegiatan di lokasi serta mempersiapkan pekerjaan FEED.
Setelah itu, dilakukan pelaksanaan proyek dengan tujuan mencapai keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) dan memulai produksi pada tahap awal setelah menyelesaikan persiapan yang diperlukan termasuk kegiatan pemasaran dan pembiayaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










