Akurat
Pemprov Sumsel

Produsen Semikonduktor Israel Ini Pilih India untuk Bangun Pabrik Senilai Rp125 T

Silvia Nur Fajri | 12 Februari 2024, 14:00 WIB
Produsen Semikonduktor Israel Ini Pilih India untuk Bangun Pabrik Senilai Rp125 T

AKURAT.CO Tower Semiconductors, produsen semikonduktor asal Israel, telah mengajukan rencana kepada pemerintah India untuk membangun pabrik pembuatan chip.

Proyek ini dilaporkan akan melibatkan investasi sebesar USD8 miliar atau sekitar Rp125,04 triliun dengan kurs terkini. 

"Rencananya, pabrik ini akan memproduksi chip dengan teknologi 65 nanometer dan 40 nanometer di India," tulis Reuters dikutip Senin (12/2/2024). 

Baca Juga: Mark Liu, Chairman Produsen Chip Terbesar di Dunia (TSMC) Dikabarkan Undur Diri pada 2024

Meskipun belum ada tanggapan resmi dari perusahaan maupun Kementerian Teknologi dan Informasi India, rencana ini menarik perhatian karena pembuatan chip menjadi fokus penting dalam agenda bisnis Perdana Menteri India, Narendra Modi. 

Sebelumnya, Modi telah mencoba memberikan insentif kepada industri chip, namun upaya tersebut belum berhasil. 

Sekarang, dengan munculnya proposal dari Tower Semiconductors, harapan untuk meningkatkan sektor industri chip di India kembali muncul.

Sebelumnya pemerintah India merilis insentif USD10 miliar untuk menarik produsen semikonduktor dan display. Inisitaif tersebut merupakan bagian dari dorongan yang mendalam untuk menjadikan negara itu sebagai pusat produksi elektronik global.

Berdasarkan rencana tersebut, pemerintah India akan memperluas dukungan fiskal hingga 50% dari biaya proyek untuk produsen display dan semikonduktor yang memenuhi syarat.

Selain Tower Semiconductor, beberapa perusahaan sejenis seperti Foxconn Taiwan, konsorsium dari Singapura dan Vedanta Group menunjukkan minat untuk investasi pabrik chip di Indonesia.

Namun tak satupun dari mereka yang menunjukkan komitmen serius sampai saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.