Penjualan Properti Residensial di Pasar Primer Kuartal IV-2023 Tumbuh 3,27 Persen
AKURAT.CO Harga properti residensial di pasar primer meningkat pada kuartal IV-2023. Meski, pertumbuhan tersebut tidak setinggi pertumbuhan kuartal sebelumnya, berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menyatakan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal IV-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 1,74% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan kuartal III-2023 yang mencapai 1,96% (yoy).
"Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal IV-2023 tumbuh sebesar 1,74% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal III-2023 yang sebesar 1,96% (yoy),” ujar Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam keterangan tertulis, Senin (19/2/2024).
Baca Juga: Industri Properti Lebih Suka Pemilu Satu Putaran Karena Ini
Peningkatan IHPR tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga properti tipe kecil yang meningkat sebesar 2,15% (yoy), melanjutkan kenaikan pada kuartal III-2023 yang sebesar 2,11% (yoy).
Peningkatan lebih lanjut tertahan oleh perlambatan kenaikan harga rumah tipe menengah dari 2,44% (yoy) pada kuartal III-2023 menjadi 1,87% (yoy)serta harga rumah tipe besar yang tumbuh 1,58% (yoy), lebih rendah dibandingkan kenaikan kuartal sebelumnya (1,70%, yoy).
Secara spasial, dari 18 kota yang diamati, sepuluh kota mengalami peningkatan IHPR sementara delapan lainnya mengalami perlambatan. Kenaikan harga rumah pada kuartal IV-2023, terutama terjadi di Kota Pontianak (3,57%, yoy), Banjarmasin (0,70% (yoy), dan Manado (0,32%, yoy). Sementara perlambatan terutama terjadi di Kota Balikpapan (0,78%, yoy), Yogyakarta (0,77%, yoy) dan Bandung (0,73%, yoy).
Ditambahkan, penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal IV-2023 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, dengan pertumbuhan penjualan sebesar 3,27% (yoy), yang merupakan perbaikan dari kontraksi pada kuartal sebelumnya sebesar 6,59% (yoy).
Survei ini juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial terutama berasal dari dana internal pengembang, mencapai pangsa 72,82%. Sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi pengembang untuk pembangunan rumah primer, antara lain dari pinjaman perbankan (16,07%) dan pembayaran dari konsumen (7,14%)
Di sisi konsumen, skema pembiayaan utama dalam pembelian rumah primer adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang memiliki pangsa sebesar 75,89% dari total pembiayaan, diikuti oleh pembayaran tunai bertahap (17,24%) dan tunai (6,73%).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








