Sasar Target NZE 2060, DEN Sarankan Pemerintah Benahi Tata Kelola EBT

AKURAT.CO Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha, mengungkapkan bahwa ada perbedaan dalam perspektif mengenai target dan strategi pengurangan emisi karbon antara tahun 2025, 2030, dan 2050 hingga 2060.
Yudha menyoroti perlunya penyesuaian dalam perencanaan energi untuk menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, pemerintah harus fokus pada penggunaan energi baru dan terbarukan, serta meningkatkan efisiensi energi dalam semua sektor ekonomi.
Dengan proyeksi pertumbuhan konsumsi listrik per kapita yang signifikan, terutama dalam sektor kelistrikan dan otomotif, peningkatan infrastruktur dan tata kelola energi menjadi krusial.
Baca Juga: DEN Gandeng BRI dan Len Industri Realisasikan Penggunaan PLTS Atap
"Jika kita mengadopsi energi baru dan hidrogen yang membutuhkan tata kelola yang baik, kita dapat melihat pertumbuhan sektor kelistrikan dan otomotif didorong oleh konsumsi listrik," kata Satya saat Webinar Suara Energi, Senin (19/2/2024).
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerjasama antara sektor industri, PLN, dan Pertamina dalam mengimplementasikan solusi bersih dan berkelanjutan. Selain itu, ada upaya untuk menggunakan teknologi bersih seperti penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS (Carbon Capture and Storage) untuk mengurangi emisi dari industri berbasis batubara.
"Meskipun masih ada penggunaan batubara, minyak bumi, dan gas bumi, mereka dianggap sebagai transisi menuju kebersihan. Batubara juga digunakan dalam industri dalam bentuk listrik, dengan teknologi bersih seperti CCS yang digunakan pada tahun 2060," sambungnya.
Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa, Perpres tentang pemanfaatan energi diharapkan menjadi pedoman bagi upaya bersama dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Namun, ia merasa perlu kajian lebih lanjut terkait dampak ekonomi dan kebijakan kompensasi yang diperlukan untuk mendukung transformasi energi yang lebih bersih.
Dengan memperhitungkan berbagai faktor termasuk teknologi, kebijakan, dan ketersediaan sumber daya, Satya optimis bahwa Indonesia dapat mencapai target pengurangan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi menuju masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
"Penting untuk mendalami masalah pemanfaatan energi dan berbagai proyeksi. Keterlibatan Kementerian Keuangan diperlukan dalam hal ini. Demikianlah, beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam rencana energi nasional untuk masa depan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








