Amankan Pasokan Minyak Mentah, Pemerintah Lirik Afrika dan Amerika Latin Sebagai Alternatif Iran

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengevaluasi negara-negara di Benua Afrika sebagai alternatif suplai atau pasokan minyak mentah, mengingat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Mozambik, salah satu negara di Afrika, dipertimbangkan sebagai alternatif suplai minyak mentah untuk Indonesia.
"Kami bisa lihat kalau dari Afrika kan tidak lewat (Timur Tengah)," ujarnya dikutip Sabtu (20/4/2024).
"Tidak hanya itu, kami juga melirik kawasan Amerika Latin," sambungnya.
Meski Venezuela disetrap, namun ada negara baru yang menjadi sorotan, Guyana.
Baca Juga: Berpaling dari AS, Arab Saudi Gandeng China untuk Perkuat Kerja Sama Minyak Mentah
Namun demikian, Arifin mengakui kemungkinan naiknya biaya pengiriman karena jarak yang lebih jauh jika memilih negara-negara di Amerika.
"Ini semuanya akan berdampak," katanya.
Sementara itu, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah pengamanan suplai untuk mengantisipasi kesulitan pengiriman akibat ketegangan tersebut.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, yang menyoroti pentingnya Selat Hormuz terhadap stabilitas harga minyak dunia.
"Peran Selat Hormuz sangat penting. Selat itu bisa dikelola atau dipegang oleh Iran, itu sangat menentukan," ujarnya.
Oleh karena itu, Tutuka menegaskan pentingnya bagi Pertamina untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut guna memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










