Stok Beras di Gudang Mulai Menumpuk, Dirut Bulog: Karena Program Bantuan Pangan Belum Berjalan

AKIRAT.CO Stok beras di gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) saat ini mencapai 1,457 juta ton. Masih banyaknya stok beras di Bulog tersebut imbas belum berjalannya program bantuan pangan pemerintah.
Masih banyaknya atok beras di gudang Bulog tersebut diakui Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi dalam acara Halalbihalal di Kantor Bulog, Jakarta Selatan.
"Stok Bulog untuk beras hari ini agak banyak yaitu 1,457 juta ton," ujar Bayu dikutip Jumat (26/4/2024).
Bayu mengatakan, jumlah stok beras yang banyak tersebut karena penyaluran program bantuan pangan belum dijalankan kembali. Hingga saat ini, Bulog masih menunggu kapan program bantuan pangan tersebut mulai dilaksanakan.
Baca Juga: Niat Menghibur, Galih Loss Ngaku Nyesal Bikin Konten Penistaan Agama
Kendati demikian, ia berharap, program bantuan pangan dari pemerintah dapat terlaksana pada pekan ini.
"Jumlah yang agak banyak ini terjadi karena program bantuan pangan belum berjalan, masih menunggu update data. Nanti kita segera salurkan bantuan pangan itu dalam sisa bulan Mei-Juni, untuk tiga bulan jumlahnya," kata dia.
Perum Bulog saat ini juga sudah melakukan pengadaan beras dalam negeri sekitar 633 ribu ton setara gabah atau 329 ribu ton setara beras. Sedangkan untuk jagung, sampai dengan saat ini Bulog sudah bisa menyerap 5.914 ton.
"Untuk jagung sampai dengan saat ini Bulog sudah bisa menyerap 5.914 ton, dan ini utamanya ada di Gorontalo. Panen di Gorontalo sudah melewati puncaknya, sekarang kita sedang melihat panen yang besar di Nusa Tenggara Barat (NTB)," kata Bayu.
Terkait dengan impor beras, selama tahun 2024 Bulog telah melakukan setidaknya empat kali tender.
Baca Juga: Ternyata Belum Teken Perpanjangan Kontrak, Shin Tae-yong Pede Sepakbola Indonesia Bakal Maju
"Dan total yg sudah dikontrak secara business to business (B2B) itu sebanyak 1,2 juta ton. Beberapa diantara kontrak ini tidak kita mintakan untuk masuk pada April-Mei karena kita tahu masih musim panen raya, tapi kita sudah berkontrak sekarang bahkan untuk pemasukan nanti setelah selesai panen raya," kata Bayu.
Selain itu masih terdapat juga kontrak secara government to government (G2G) dengan Thailand sekitar 55 ribu ton beras, dan dengan Kamboja sebanyak 22.500 ton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









