AKURAT.CO Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa bertemu dengan Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, untuk menyelaraskan tugas kedua lembaga guna meningkatkan efisiensi dan kemajuan ekonomi nasional.
Di mana, kedua lembaga tersebut berupaya mencegah praktek persaingan usaha yang tidak sehat seperti predatory pricing yang muncul akibat impor produk secara ilegal.
Sebagai catatan, KPPU dan DJBC telah menjalin kerja sama resmi sejak tahun 2017 melalui nota kesepahaman antara KPPU dan Kementerian Keuangan RI.
Baca Juga: Viral Paket Megataron Robotik Impor Rusak, Begini Penjelasan Dirjen Bea Cukai
"Kerja sama utamanya ditujukan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penegakan hukum persaingan usaha melalui pertukaran data dan informasi," ucap Fanshurullah dalam keterangan tertulis, Rabu (8/5/2024).
Tak hanya itu saja, KPPU juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kemitraan antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan eksportir saat memasuki pasar global.
Kedua lembaga juga menggarisbawahi pentingnya sinergi dalam melindungi pelaku UMKM dari penetrasi barang-barang murah melalui impor, terutama melalui transaksi elektronik di platform pasar daring (marketplace).
Keberadaan lokapasar akan mempercepat barang masuk ke Indonesia dan dapat mempersulit pengawasan.
Askolani menggarisbawahi adanya peningkatan jumlah dokumen impor yang sangat signifikan selama beberapa tahun terakhir.
"Ironisnya sebagian besar harga barang per unit yang diimpor sangat rendah, sehingga sangat berpotensi mengganggu UMKM nasional. Untuk mengatasi hal tersebut, KPPU dan DJBC akan terus saling bertukar informasi dan aktif melakukan diskusi terkait berbagai temuan lapangan," ucap Fanshurullah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










