AKURAT.CO Dalam upaya menghadapi tantangan industri logistik di Indonesia, Pos Indonesia (PosIND), mengedepankan dua strategi utama yakni transformasi dan inovasi.
Menurut Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, perusahaan telah merancang tujuh transformasi dan tujuh inovasi untuk mencapai tujuan ini.
Kemudian, Faizal menekankan pentingnya memiliki parameter yang jelas dalam setiap perubahan yang dilakukan. Ada enam faktor kunci yang digunakan untuk mengukur kesuksesan program, yang dirangkum dalam singkatan ACEP atau Adaptability, Cost Leadership, Customer Satisfaction, Competitiveness, Employee Satisfaction, dan Productivity.
Baca Juga: Dirut Pos Indonesia Berbagai Tips Lewati VUCA
“Tapi tentunya setiap perubahan harus ada parameter ya, harus ada ukuran sukses atau key success factor,” katanya dalam acara Book Talk dan Ngopi Sore bertajuk "Sukses Memimpin di Tengah Chaos Pandemi", Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Adaptability diukur berdasarkan seberapa baik layanan Pos Indonesia diterima oleh masyarakat, yang tercermin dari peningkatan volume layanan. Cost leadership menjadi fokus utama dalam mengurangi biaya operasional, sementara kepuasan pelanggan diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Pos Indonesia.
Faktor kompetitivitas diukur dengan peningkatan pangsa pasar dan volume penjualan setelah pembaruan produk dan layanan. Kepuasan karyawan juga menjadi prioritas untuk memastikan bahwa layanan diberikan dengan kualitas terbaik.
"Tidak mungkin dong customer-nya satisfied kalau employee-nya nggak satisfied. Bagaimana melayani dengan senyum kalau hidupnya sendiri susah," jelas Faizal.
Terakhir, produktivitas memastikan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. "Dari bulan ke bulan saya memperbaikinya tadi, agility-nya tadi, atau betanya tadi, loop-nya, feedback-nya itu saya ambil dari situ."
Dengan pendekatan tersebut, Pos Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan transformasi dan inovasi guna mencapai kesuksesan yang diukur melalui enam faktor kunci tersebut. "Dari situlah loophole-nya itu cara kita memperbaiki program-program kita," tukas Faizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









