RI Masuk Peringkat 12 Teratas Negara dengan Nilai Tambah Manufaktur Terbaik Versi Bank Dunia

AKURAT.CO Indonesia mencatat kemajuan signifikan dengan naik dua peringkat menjadi posisi ke-12 dalam daftar "Top Manufacturing Countries by Value Added" yang diterbitkan oleh Bank Dunia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan positif dalam sektor manufaktur domestik.
"World Bank telah merilis data yang menggembirakan, di mana Indonesia berhasil meraih posisi ke-12 dalam daftar negara-negara manufaktur teratas dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) mencapai USD255 miliar pada tahun 2023," kata Agus Gumiwang dalam pernyataannya pada Kamis (25/7/2024).
Menurut Agus, Indonesia unggul signifikan dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Vietnam, yang nilai MVA-nya masing-masing hanya setengah dari Indonesia. "Thailand berada di peringkat ke-22 dengan nilai USD128 miliar, sedangkan Vietnam di peringkat ke-24 dengan nilai USD102 miliar," sebutnya.
Baca Juga: Ditopang Manufaktur, Pertumbuhan Ekonomi Singapura Capai 0,4 Persen di Kuartal ll-2024
Nilai MVA Indonesia mengalami peningkatan sebesar 36,4%, atau sekitar USD68 miliar, dari tahun 2022 yang sebesar USD187 miliar. "Peningkatan ini mengangkat posisi Indonesia dari peringkat ke-14 pada tahun 2022 menjadi peringkat ke-12 pada tahun 2023," tambahnya.
Agus menambahkan bahwa struktur manufaktur di Indonesia kini lebih terintegrasi dan merata, memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan pesaing-pesaingnya. "Untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian ini, industri manufaktur harus terus berusaha memperkuat daya saingnya," tegasnya.
Dalam kunjungan kerjanya ke Hannover Messe 2024 di Jerman, Agus mendapatkan pesan dari Kanselir Jerman dan Presiden Uni Eropa mengenai pentingnya penciptaan nilai (value creation). "Mereka menyampaikan bahwa hanya negara yang dapat menciptakan nilai yang akan berhasil dalam persaingan manufaktur global. Oleh karena itu, kita harus aktif mengeksplorasi peluang, salah satunya dengan memperkuat sektor jasa industri dalam manufaktur di Indonesia," jelasnya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, jasa industri adalah sektor pendukung penting untuk industri nasional.
"Kementerian Perindustrian memproyeksikan kontribusi jasa industri pada PDB nasional selama periode 2015-2022 mencapai 3,35-3,75 persen. Selain itu, ekspor produk jasa Indonesia pada tahun 2022 mencapai USD23 miliar, dengan USD370 juta di antaranya berasal dari layanan pemeliharaan dan perbaikan," imbuhnya.
Ekonom Universitas Brawijaya, Wildan Syafitri, menilai pencapaian ini patut diapresiasi, terutama di tengah situasi krisis. "Dalam lima tahun terakhir, data MVA Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan. Selain itu, sektor industri pengolahan nonmigas pada kuartal pertama tahun 2024 memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional, yaitu 17,47 persen, dengan pertumbuhan 4,64 persen dan kontribusi pajak sebesar 26%," paparnya.
Wildan menambahkan bahwa pencapaian ini didorong oleh pemanfaatan krisis supply chain akibat perang Rusia-Ukraina serta peran pembangunan infrastruktur dan investasi. "Indonesia harus terus berinovasi dan meningkatkan ekspor barang jadi. Industri domestik perlu beradaptasi dengan tren pasar dan regulasi pemerintah untuk melawan dampak impor murah," tegas Wildan.
Wildan juga menekankan pentingnya peran Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan dalam melindungi industri domestik dari impor barang murah. "Kementerian Perdagangan perlu memperketat standarisasi produk impor, sementara Kementerian Keuangan harus mengontrol bea masuk dan fasilitas kredit impor," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









