Pameran Food Infredients Asia Indonesia 2024 Dukung Penguatan Pasokan Bahan Baku

AKURAT.CO Pameran bahan baku makanan dan minuman terbesar di Indonesia, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia, akan kembali hadir tahun ini pada 4-6 September di Jakarta International Expo.
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman menjelaskan bahwa Food Ingredients menjadi pameran yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tren industri makanan dan minuman di Indonesia.
"Kita butuh dukungan dari para pemasok bahan baku supaya kita bisa berkreasi membuat produk-produk baru dan memenuhi tren kebutuhan konsumen apalagi kebutuhan akan makanan yang lebih sehat," katanya pada saat konferensi pers di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Baca Juga: Gapmmi Minta Pemerintah Genjot Investasi Bahan Baku Makanan
Perkembangan industri makanan dan minuman terus meningkat berdasarkan kebutuhan global yang mendorong aktivitas ekspor dan impor, termasuk di Indonesia. Data dari Food Industry Asia menunjukkan total pengeluaran untuk makanan di Asia akan mencapai USD8 triliun pada 2030. Angka ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan produk makanan sehat, segar, aman, dan berkelanjutan yang tetap mempertahankan cita rasa nikmat.
Potensi besar dalam industri makanan halal ini akan menjadi salah satu fokus dalam Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024. Regional Portfolio Director (ASEAN) Informa Markets Rose Chitanuwat selaku penyelenggara mengatakan bahwa Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia bakal menghadirkan 700 brand suppliers dari 38 negara, dan menargetkan 22.800 pengunjung selama pameran berlangsung.
Fi Asia Indonesia 2024 juga menjadi kesempatan bagi para pelaku industri untuk komunikasi, berjejaring, berbagi pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang bahan baku pangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









