AKURAT.CO Usulan pembentukan Dewan Logistik Nasional telah memicu diskusi di kalangan ahli ekonomi dan kebijakan. Pasalnya meski lembaga baru tersebut bisa menjadi solusi untuk mengatur peta jalan logistik nasional, menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, di sisi lain juga berpotensi mengerek beban fiskal.
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, penambahan badan baru justru berpotensi meningkatkan beban fiskal negara. "Waduh kebanyakan badan. Kalo banyak lembaga malah banyak pengeluaran rutin. Jika hal ini terjadi maka beban APBN semakin berat," tegas Esther saat dihubungi Akurat.co, Kamis (10/10/2024).
Baca Juga: Catatan INDEF Soal Usulan Pembentuan Dewan Logistik Nasional
Esther menilai bahwa pemerintah seharusnya fokus pada penguatan infrastruktur yang sudah ada, daripada membentuk lembaga baru yang dapat menjadi "cost center" tambahan. Menurutnya, masalah logistik bisa diatasi melalui pengaturan yang lebih baik di bawah Kementerian Perhubungan.
Perdebatan ini memunculkan dilema antara menambah lembaga baru untuk menciptakan efisiensi, atau menjaga keseimbangan fiskal dengan memaksimalkan kinerja lembaga yang sudah ada, seperti yang disarankan oleh Esther.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










