Akurat
Pemprov Sumsel

Saat Pebisnis Shandong Antusias Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China

M. Rahman | 17 Oktober 2024, 15:50 WIB
Saat Pebisnis Shandong Antusias Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China

AKURAT.CO KBRI Beijing di dukung China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Provinsi Shandong telah menyelenggarakan acara Business Dialogue & Networking Luncheon: Promoting Stronger Economic Cooperation between Indonesia – China di Kota Qingdao, Provinsi Shandong.

Forum dialog bertujuan untuk terus memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan China, khususnya dengan Provinsi Shandong yang merupakan Provinsi terkaya ketiga di China.

Acara dihadiri 100 pebisnis dari 50 perusahaan yang datang dari berbagai kota di Provinsi Shandong dan bergerak di berbagai sektor industri seperti energi hijau, bioteknologi, farmasi, kecerdasan buatan, otomotif, dan makanan.

Dubes Djauhari Oratmangun, menyoroti potensi besar Shandong sebagai provinsi dengan ekonomi terbesar ketiga di China dan menyatakan keinginan untuk memperluas kerja sama dengan berbagai industri di provinsi tersebut. "Provinsi Shandong menawarkan banyak potensi bagi Indonesia, terutama di bidang infrastruktur, teknologi tinggi, dan industri strategis baru," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/10/2024).

Baca Juga: 26 Perusahaan China Berminat Kembangkan Usaha di Indonesia

Terlebih, Indonesia sebagai negara dengan pengaruh besar di ASEAN juga menjadi pintu masuk penting untuk pasar Asia Tenggara. Dubes Djauhari Oratmangun juga sampaikan komitmen Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, untuk melanjutkan kerja sama yang erat dengan China.

Sebagai catatan Gerbong Whoosh merupakan karya perusahaan yang berasal dari kota Qingdao, Shandong. Wakil Presiden Kamar Dagang Internasional Shandong dan Inspektur Tingkat Pertama CCPIT Provinsi Shandong, Mr. Lin Yuan, dalam sambutannya mendukung perusahaan di Shandong untuk berinvestasi di Indonesia, terutama di bidang energi terbarukan dan ekonomi digital.

Shandong memiliki 41 kategori industri potensial dengan nilai produksi mencapai CNY9,2 triliun (2023). Saat ini, Provinsi Shandong dan Indonesia telah memiliki kerja sama erat,
dengan volume impor dan ekspor antara antra Indonesia dengan Shandong, RRC yang
tercatat mencapai CNY64,16 miliar (2023).

CCPIT Shandong juga berkomitmen untuk memperkuat pertukaran ekonomi dan perdagangan dengan Indonesia, terutama dengan memanfaatkan China-ASEAN Free Trade Area dan RCEP.

Diskusi terkait tren terkini dan masa depan kerja sama perdagangan, investasi, dan keuangan antara Indonesia dan China, telah melibatkan pembicara, Elizani T.X. Nadia Sumampouw selaku Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Beijing, Evita Sanda selaku Kepala Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Beijing, Budi Hansyah selaku Atase Perdagangan KBRI Beijing, dan Jantra Patiwiri selaku GM Bank Mandiri Shanghai.

Selain itu terdapat sharing dari Wakil Presiden dari Sailun Group Co., Ltd. China yang telah membuka bisnis di Indonesia, Mr. Sun Guangqing, dan pengusaha Indonesia Hartanto Wiratama, Xiamen Shuxin Investment Ltd./Bandung Restoran, yang membuka bisnisnya di China.

Dialog dan networking bisnis ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kokoh untuk
memperdalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China, khususnya dengan
Qingdao dan Provinsi Shandong.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa