CSIS: Hilirisasi Tak Sebatas Konteks Domestik, Tapi Juga Regional dan Global

AKURAT.CO Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyampaikan kritik terhadap arah kebijakan hilirisasi pemerintah yang dinilai terlalu proteksionis, sehingga terkesan menolak keterbukaan global.
Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, menyoroti bahwa pemerintah seharusnya tidak mengabaikan aspek globalisasi dalam implementasi kebijakan hilirisasi. Menurut Yose, globalisasi adalah sebuah keniscayaan yang harus diintegrasikan ke dalam strategi hilirisasi agar Indonesia bisa berkompetisi secara global.
"Hilirisasi bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah, dan ini tentunya kita inginkan semua. Namun, bagaimana cara menjalankannya akan sangat berpengaruh," kata Yose dalam sebuah diskusi yang disiarkan oleh kanal YouTube CSIS Indonesia, dipantau Sabtu (26/10/2024).
Baca Juga: MIND ID Dukung Komitmen Hilirisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Pendekatan yang lebih terbuka, lanjut Yose, dapat membantu Indonesia mengoptimalkan hasil hilirisasi melalui kolaborasi regional atau bahkan internasional. “Hilirisasi bukan hanya sebatas konteks domestik, tapi juga konteks regional dan global yang lebih besar. Ini akan mengoptimalkan tujuan hilirisasi yang hendak dicapai,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan tetap berkomitmen untuk membangun ekosistem hilirisasi dari hulu ke hilir di dalam negeri. Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, pemerintah sedang fokus untuk memperluas sektor hilirisasi hingga ke industri pengolahan.
Rosan juga menyebutkan bahwa kementeriannya menetapkan hilirisasi sebagai target jangka pendek kelembagaan, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Prabowo ingin hilirisasi diperluas untuk mencakup lebih banyak komoditas strategis yang mendukung ketahanan pangan dan perekonomian domestik. Menurut Rosan, pesan Presiden Prabowo sangat jelas bahwa swasembada pangan merupakan salah satu fokus kebijakan hilirisasi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









