Akurat
Pemprov Sumsel

Berminat Investasi, Asosiasi Tekstil Taiwan Tanyakan Kepatuah ESG RI

Hefriday | 2 November 2024, 16:17 WIB
Berminat Investasi, Asosiasi Tekstil Taiwan Tanyakan Kepatuah ESG RI

AKURAT.CO Asosiasi Tekstil Taiwan menunjukkan minat yang tinggi untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan bisnis ke Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. 

“Asosiasi Tekstil Taiwan datang dan mereka menyatakan punya keinginan untuk investasi di Indonesia, karena beberapa dari mereka sudah investasi di sini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai pertemuan dengan Taiwan Textile Federation dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (1/11/2024).

Pertemuan tersebut menyoroti berbagai aspek penting terkait industri tekstil, termasuk pemilihan lokasi industri, kepatuhan terhadap ESG (Environmental, Social, and Governance), penggunaan energi hijau, serta prospek pasar tekstil Indonesia dan global.

Baca Juga: 15 Investor Tekstil Asal Taiwan Minta RI Selesaikan IEU-CEPA

Perwakilan Formosa Taiwan, Johnny Chen, menilai industri tekstil Indonesia menjanjikan, sehingga semakin menarik bagi investor asing yang mencari pasar baru.

Menko Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia menyambut baik para investor yang tertarik berinvestasi dalam sektor tekstil. Ia juga mengajak Asosiasi Pertekstilan Indonesia untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menarik lebih banyak investasi asing guna memperkuat industri tekstil lokal dan meningkatkan daya saing globalnya.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyebutkan harapan pemerintah agar produsen tekstil lokal dapat dilibatkan dalam rantai pasok perusahaan Taiwan yang berinvestasi di Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sinergi antara investor asing dan produsen dalam negeri, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Dalam diskusi tersebut, pemerintah dan investor juga membahas dua perjanjian perdagangan internasional yang dapat mendukung pertumbuhan sektor tekstil, yakni Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Melalui perjanjian ini, Menko Airlangga optimis bahwa produk tekstil Indonesia akan mendapatkan akses pasar dengan tarif nol, sehingga meningkatkan daya saing produk ekspor.

“Kondisi politik di Bangladesh yang tengah bergolak dan kebijakan proteksionisme global oleh beberapa negara menjadikan stabilitas politik Indonesia semakin menarik bagi investor tekstil yang berorientasi ekspor,” ujar Menko Airlangga.

Indonesia dianggap sebagai tempat yang stabil dan kondusif bagi pertumbuhan industri tekstil internasional, di tengah perubahan kondisi global yang tidak menentu.

Selain stabilitas politik, Indonesia juga dinilai memiliki keunggulan dalam aspek energi hijau yang sangat mendukung keberlanjutan industri tekstil. Dengan semakin ketatnya tuntutan untuk ESG compliance, Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia siap mendukung para investor dalam memenuhi standar tersebut.

Energi hijau dari gas, hydro, dan solar floating di Jawa Barat disebut sebagai faktor yang memungkinkan pengoperasian industri tekstil dengan dampak lingkungan yang lebih minim.

“Saat ini, industri tekstil high-end sangat memperhatikan ESG compliance, termasuk penggunaan energi hijau. Energi ini bisa diperoleh dari berbagai sumber yang ada di Indonesia, seperti gas, hydro, dan solar floating di Jawa Barat,” jelas Menko Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan Taiwan yang sudah beroperasi di Indonesia umumnya terus berekspansi. Indonesia telah lama dikenal sebagai produsen tekstil berbasis polyester dan rayon yang kompetitif, sehingga menjadi magnet bagi investasi sektor ini.

Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, serta Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi investasi dan memperluas kolaborasi dengan mitra internasional di sektor industri tekstil.

Langkah pemerintah dalam menarik investasi asing ini tidak hanya memperkuat sektor tekstil, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa