KKP Gandeng Pengusaha Catfish dan Jasa Boga, Tingkatkan Nilai Tambah Ikan Lele dan Patin
Hefriday | 4 Januari 2025, 18:34 WIB

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan daya saing produk perikanan budi daya, khususnya lele dan patin, melalui sinergi ekosistem usaha hulu hingga hilir.
Salah satu langkah konkret adalah penandatanganan Nota Kesepakatan antara Asosiasi Pengusaha Cat Fish Indonesia (APCI) dan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) pada akhir Desember 2024.
"Sinergi ini bertujuan menciptakan nilai tambah produk lele dan patin, yang merupakan komoditas penting perikanan Indonesia," ungkap Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Budi Sulistiyo, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/1/2025).
Menurut data KKP, produksi lele nasional pada 2023 mencapai 1,14 juta ton, sedangkan patin mencapai 348 ribu ton. Angka ini menyumbang 27% dari total produksi perikanan budi daya di luar rumput laut. Dalam preferensi konsumen, lele dan patin berada di peringkat ketiga setelah Tuna-Cakalang-Tongkol (TCT) dan Tilapia (Nila-Mujair).
Kerja sama antara APCI dan APJI merupakan tindak lanjut dari diskusi pada Seminar Cat Fish Day di Semarang, November 2024. APJI sebelumnya mengungkapkan kebutuhan besar produk lele dan patin untuk katering, namun menyoroti pentingnya standar kualitas, terutama terkait glazing.
"APCI merespons kebutuhan tersebut dengan kesiapan meningkatkan kualitas dan kontinuitas produk," ujar Direktur Pengolahan KKP, Widya Rusyanto.
Selain memenuhi kebutuhan katering, kerja sama ini diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN). Lele dan patin dipilih karena selain bergizi, produk ini disukai masyarakat. Widya menekankan pentingnya pengolahan tanpa duri untuk memudahkan konsumsi.
Ketua Umum APCI, Susilo Hartoko, menyatakan komitmen organisasinya dalam mendukung program tersebut. "Kami siap menjamin kualitas produk dari hulu hingga hilir agar dapat bersaing di pasar," tegasnya.
APCI juga telah membentuk Koperasi Produsen dan Pemasaran sebagai wadah pengawasan standar produk serta berencana membangun sentra gudang beku untuk memperluas distribusi.
Sekjen APJI, Ariguna Napitupulu, menyambut baik kerja sama ini. Dengan lebih dari 3.000 anggota di 30 provinsi, APJI rutin menggunakan produk lele dan patin untuk berbagai kebutuhan. "Kami juga melibatkan chef profesional, termasuk celebrity chef, untuk menciptakan resep berbasis cat fish yang sesuai selera masyarakat," kata Ariguna.
KKP mendukung kerja sama ini melalui uji coba program makan bergizi di beberapa lokasi, dengan menu berbasis fillet patin sebagai sumber protein. Hasil uji coba menunjukkan produk ini sesuai kriteria baik dari sisi nutrisi maupun harga.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pengembangan budi daya perikanan disesuaikan dengan potensi dominan di setiap daerah. "Program berbasis kearifan lokal ini sejalan dengan pengembangan perikanan budi daya yang dilakukan KKP," jelasnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk lele dan patin, tetapi juga memperkuat ekosistem perikanan Indonesia secara berkelanjutan, dari hulu hingga hilir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










