Akurat
Pemprov Sumsel

Harga Gabah Anjlok di Bantul, Titiek Soeharto Desak Bulog Serap Hasil Panen Sesuai HPP

Oktaviani | 15 Januari 2025, 22:46 WIB
Harga Gabah Anjlok di Bantul, Titiek Soeharto Desak Bulog Serap Hasil Panen Sesuai HPP

AKURAT.CO Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, mengkritik keras Perum Bulog karena tidak menjalankan fungsinya dengan baik dalam menyerap gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Saat meninjau panen raya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rabu (15/1/2025), Titiek menyatakan kekecewaannya lantaran harga gabah di daerah tersebut justru anjlok hingga Rp5.500 per kilogram.

“Sangat disayangkan ketika masa panen, harga gabah justru turun, padahal HPP sudah ditetapkan Rp6.500 per kilogram. Ini tentu merugikan petani,” tegasnya.

Titiek mendesak Bulog segera bertindak sesuai ketentuan HPP demi melindungi petani dari kerugian yang lebih besar.

Ia menegaskan, pembelian gabah harus dilakukan tanpa kecuali, mengingat pemerintah telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada petani, mulai dari pupuk yang harganya naik dua kali lipat, benih gratis, hingga alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Baca Juga: Pegadaian Buka Lowongan untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Cara Daftarnya

“Kami dari DPR meminta Bulog segera melaksanakan tugasnya dengan menyerap semua hasil panen petani. Ini agar kerja keras petani dan berbagai dukungan dari pemerintah tidak menjadi sia-sia,” ujar Titiek.

Meski begitu, Titiek tetap mengapresiasi dedikasi petani dan respons cepat pemerintah dalam memberikan bantuan sarana dan prasarana. Ia mencatat produktivitas panen di Bantul saat ini mencapai rata-rata 7,7 ton per hektare.

“Hari ini kita lihat beberapa kelompok tani sudah mendapatkan combine harvester, pupuk, dan benih. Hasil panen yang diperoleh juga sangat baik, yaitu sekitar 7,7 ton per hektare,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan penuh Komisi IV DPR RI dan Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sektor pertanian.

Ia menyoroti distribusi pupuk yang kini merata di seluruh Indonesia dan investasi besar dalam normalisasi irigasi.

“Perhatian Presiden pada sektor pertanian sangat luar biasa. Anggaran sekitar Rp12 triliun sudah dialokasikan untuk normalisasi irigasi yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR,” jelas Amran.

Baca Juga: Netmonk: Solusi Canggih untuk Cegah Downtime dan Lindungi Reputasi Bisnis

Dengan adanya perhatian besar ini, diharapkan sektor pertanian dapat terus berkembang, dan masalah anjloknya harga gabah bisa segera diatasi melalui langkah konkret dari Bulog.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.