Akurat
Pemprov Sumsel

Unilever Indonesia Andalkan Data untuk Inovasi di Pasar FMCG yang Dinamis

Oktaviani | 19 Februari 2025, 11:20 WIB
Unilever Indonesia Andalkan Data untuk Inovasi di Pasar FMCG yang Dinamis

AKURAT.CO Dalam industri yang semakin kompetitif, relevansi di pasar menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk terus bertahan dan berkembang.

Hal ini disampaikan Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk, Padwestiana Kristanti (Esti), dalam sesi one-on-one discussion di Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025.

Dalam diskusi bertajuk “Data-Driven Innovations in Fast Moving Markets”, Esti menekankan bahwa pemanfaatan data yang efektif dapat menjadi strategi utama dalam menghadapi perubahan tren dan kebutuhan konsumen.

"Data yang paling penting dan relevan adalah data perilaku konsumen—apa yang mereka butuhkan dan tren apa yang sedang berkembang di pasar,” ujar Esti dalam diskusi di St. Regis Jakarta.

Untuk memahami tren pasar, Unilever Indonesia menerapkan berbagai metode pengumpulan data, seperti external survey melalui riset pasar, social listening dengan memantau percakapan konsumen di media sosial, focus group discussion (FGD) dan market visit untuk mendapatkan wawasan langsung, dan talk to the community atau interaksi langsung dengan konsumen.

Baca Juga: Dugaan Suap Pemilihan Ketua DPD Dilaporkan ke KPK, 95 Senator Disebut Kecipratan Uang Haram

Namun, Esti menegaskan, data tanpa interpretasi yang tepat tidak akan memberikan nilai tambah.

Oleh karena itu, data yang dikumpulkan harus diterjemahkan menjadi insight yang dapat diimplementasikan dalam strategi bisnis.

Sebagai contoh keberhasilan penerapan strategi berbasis data, Unilever Indonesia meluncurkan Vaseline Gluta-Hya Serum setelah melihat tren meningkatnya minat konsumen terhadap produk berbasis serum.

Selain itu, Unilever juga merilis produk ‘tier 2’ atau varian lebih terjangkau dari produk-produk premiumnya.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengamati adanya penurunan daya beli masyarakat kelas menengah, sehingga menciptakan kebutuhan akan produk dengan harga lebih kompetitif.

"Kami ingin memastikan produk kami dapat diakses oleh semua segmen konsumen, dari premium hingga kelas menengah ke bawah. Ini adalah bagian dari strategi kami untuk tetap relevan di pasar,” jelas Esti.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Lebaran 2025: Cek Cara Pesan, Jadwal dan Tempat Pemesanan untuk Mudik

Sebagai perusahaan dengan 8 pabrik, lebih dari 40 merek, dan jaringan distribusi yang melibatkan 600 distributor, Unilever Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola data agar tetap akurat, efisien, dan bermanfaat.

“Tantangan utama adalah bagaimana mengelola data dengan minimal human error dan memastikan insight yang dihasilkan berkualitas,” ujar Esti.

Untuk itu, Unilever menerapkan tiga prinsip utama dalam pengelolaan data:

1. Standarisasi – memastikan data dikumpulkan dengan metode yang seragam dan akurat

2. Konsistensi – menjaga kesinambungan dalam pemrosesan dan analisis data

3. Simplifikasi – menyajikan data dalam format yang mudah dipahami dan diterapkan

Dengan menerapkan strategi berbasis data di seluruh aspek bisnis—dari riset produk, pemasaran, hingga distribusi—Unilever Indonesia mampu menjawab tantangan industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang terus berkembang.

Baca Juga: SMAN 6 Depok Tetap Gelar Study Tour ke 3 Kota Meski Ada Imbauan Dedi Mulyadi

IDE Katadata 2025 menghadirkan para pemimpin industri dan pakar yang membahas isu-isu strategis di sektor pangan, industri, digital, keuangan, dan energi.

Sejak pertama kali digelar pada 2019, forum ini telah menjadi platform utama bagi pemangku kepentingan untuk berbagi wawasan dan strategi menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.