Wamendag Tekankan Pentingnya Kebijakan Perdagangan Berbasis Evidence Based Policy
Hefriday | 20 Juni 2025, 22:31 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya transformasi perdagangan Indonesia harus berbasis pada kebijakan yang menggunakan data dan bukti (evidence-based policy).
Hal ini menjadi penting di tengah dinamika global yang tidak menentu, termasuk konflik geopolitik dan proteksionisme negara-negara maju.
Menurutnya, penting menjadikan perdagangan sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan rakyat.
“Perdagangan bukan semata soal pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus menjadi solusi terhadap krisis lingkungan dan perlindungan hak dasar masyarakat seperti udara bersih dan air bersih,” ujar Wamendag Roro di Auditorium CSIS saat peluncuran Laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia 2025 di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Roro menekankan bahwa perdagangan harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diakui secara global. Selain itu, ia mendorong adopsi sistem perdagangan hijau sebagai langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Laporan yang diluncurkan oleh CSIS dan DfD Lab tersebut menyoroti pentingnya respons strategis Indonesia terhadap pergeseran paradigma perdagangan dunia yang kini menempatkan lingkungan sebagai aspek utama dalam pengambilan kebijakan.
Ia menyebut, transisi energi dan perdagangan rendah karbon harus menjadi perhatian utama.
“Permintaan global terhadap produk hijau meningkat. Kita harus beradaptasi. Energi bersih bukan pilihan, melainkan keharusan,” ujarnya.
Wamendag juga menyoroti pentingnya keterlibatan pelaku usaha, khususnya UMKM, agar mampu masuk ke dalam ekosistem perdagangan berkelanjutan.
Menurutnya, kebijakan perdagangan harus adil dan tidak menghambat partisipasi kelompok usaha kecil yang masih menghadapi tantangan dalam memenuhi standar internasional.
Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendorong transformasi perdagangan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








