Penumpang Pesawat di Bandara InJourney Airports Tembus 13,19 Juta pada Januari 2025, Naik 10 Persen

AKURAT.CO PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat 13,19 juta penumpang di seluruh bandara yang dikelolanya pada Januari 2025.
Angka ini terdiri dari 9,64 juta penumpang domestik dan 3,54 juta penumpang internasional, tumbuh 10 persen dibandingkan Januari 2024 yang mencatat 11,99 juta penumpang.
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menyebut kenaikan jumlah penumpang ini didorong oleh periode libur tahun baru serta libur panjang Isra Miraj dan Imlek.
"Sebagai operator bandara, kami berkolaborasi erat dengan maskapai, ground handling, dan AirNav Indonesia untuk mengakomodasi lonjakan permintaan perjalanan udara. Hasilnya, jumlah penumpang kami meningkat signifikan hingga dua digit," ujar Faik Fahmi.
Bandara Tersibuk di Januari 2025
Lima bandara dengan lalu lintas penumpang tertinggi adalah:
1. Soekarno-Hatta, Tangerang – 4,71 juta penumpang
2. I Gusti Ngurah Rai, Bali – 2,01 juta penumpang
3. Juanda, Surabaya – 1,12 juta penumpang
4. Sultan Hasanuddin, Makassar – 788 ribu penumpang
5. Kualanamu, Deli Serdang - 685 ribu penumpang
Baca Juga: APPI: Pengguna Paylater Harus Cermat Agar Bisa Dapat Kredit Rumah Impian
Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga meningkat 2 persen, dari 95.293 penerbangan pada Januari 2024 menjadi 97.395 penerbangan pada Januari 2025.
Namun, volume angkutan kargo turun 4 persen, dari 118 ribu ton menjadi 113 ribu ton.
Faik Fahmi menegaskan, InJourney Airports akan terus memperkuat konektivitas penerbangan dengan membuka rute baru dan meningkatkan frekuensi penerbangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Transformasi bandara tahun ini akan semakin masif dengan tiga pilar utama: Premises, Process, dan People, serta pemanfaatan teknologi sebagai enabler. Tujuannya adalah menjadikan bandara sebagai wajah kebanggaan bangsa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










