Akurat
Pemprov Sumsel

Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas Pegadaian dan BSI, Dorong Hilirisasi dan Inklusi Keuangan

Arief Rachman | 27 Februari 2025, 11:36 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas Pegadaian dan BSI, Dorong Hilirisasi dan Inklusi Keuangan

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank Emas yang dikelola oleh Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Rabu (26/2/2025) di The Gade Tower, Jakarta.

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan emas di Indonesia, yang kini dapat melayani berbagai produk seperti simpanan emas, pembiayaan emas, titipan emas, dan perdagangan emas.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menandai peresmian dengan memasukkan batangan emas ke dalam treasure box.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Rabu 26 Februari 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan layanan Bank Emas Pegadaian dan BSI," ujarnya.

Prabowo berharap kehadiran bank emas dapat meningkatkan PDB hingga Rp245 triliun, membuka 1,8 juta lapangan kerja baru, memperkuat cadangan devisa, dan mengurangi ketergantungan pada emas impor dengan mendorong pengelolaan emas dari hulu ke hilir di dalam negeri.

Baca Juga: Setelah Ketua PP Japto Soerjosoemarno, Kini Politikus Nasdem Ahmad Ali Diperiksa KPK

Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain:

- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menteri BUMN Erick Thohir
- Menteri Keuangan Sri Mulyani
- Menteri Investasi & Hilirisasi Rosan Roeslani
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Mensesneg Prasetyo Hadi
- Panglima TNI Agus Subiyanto
- Kapolri Listyo Sigit Prabowo
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya
- Gubernur BI Perry Warjiyo
- Dirut BRI Sunarso
- Dirut Pegadaian Damar Latri Setiawan
- Dirut BSI Hery Gunardi

Menteri BUMN, Erick Thohir, menyebut peresmian bullion bank ini sebagai langkah historis bagi Indonesia. Menurutnya, bullion bank dapat menggali potensi 1.800 ton emas yang dimiliki masyarakat.

"Pelayanan dan produk akan diperluas, mulai dari tabungan emas, deposito emas, gadai emas, hingga perdagangan emas," kata Erick. Ia juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui inklusi keuangan dan pemerataan kesejahteraan.

Direktur Utama BRI, Sunarso, optimistis kehadiran Bank Emas akan memperkuat perekonomian nasional. Sebagai induk Holding Ultra Mikro, BRI berkomitmen mendukung Pegadaian dalam beberapa aspek:

1. Pelatihan: Pendidikan dan penguasaan bisnis ekosistem emas bagi Relationship Manager (RM) Bullion.
2. Pipeline: Penyediaan data potensi nasabah bullion dari ekosistem BRI.
3. Sinergi Hulu Emas: Kerja sama dengan MIND ID, PT Freeport, dan Amman.
4. Pendanaan: Sindikasi pembiayaan berupa credit line dan bank garansi. 
5. Vaulting: Pemanfaatan aset BRI seperti brankas dan safe deposit box (SDB) untuk mendukung layanan bullion.

Sementara itu, Dirut Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan, Bank Emas akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Pegadaian.

Baca Juga: 43 Kode Redeem FF Terbaru 27 Februari 2025, Dapatkan Item Langka Secara Gratis!

Pada 2024, total kelolaan bisnis emas Pegadaian mencapai 90 ton, dengan penjualan emas mencapai 9 ton—naik 35 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Bank Emas berpotensi meningkatkan laba Pegadaian 13 persen pada 2025, dengan total gold deposit balance mencapai 12 ton,” jelas Damar.

Sejak Holding Ultra Mikro (UMi) terbentuk pada 2021, sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM telah memperluas layanan keuangan hingga 1.032 outlet Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) di seluruh Indonesia.

Holding ini telah melayani 183 juta nasabah simpanan dan 35,9 juta nasabah pinjaman, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp626,6 triliun.

BRI juga telah meluncurkan fitur Investasi Emas di aplikasi BRImo, yang memungkinkan investasi mulai dari Rp10.000.

Sejak diluncurkan pada Februari 2024, transaksi emas di BRImo telah mencapai Rp279,8 miliar hingga Desember 2024.

“Dengan Bank Emas, BRI Group optimis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Akses yang lebih luas terhadap investasi emas akan memperkuat daya tahan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia,” tutup Sunarso.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.