Akurat
Pemprov Sumsel

Indika Energy Luncurkan Transformasi Bisnis Emas Lewat Proyek Awak Mas

Hefriday | 9 Maret 2025, 20:20 WIB
Indika Energy Luncurkan Transformasi Bisnis Emas Lewat Proyek Awak Mas

AKURAT.CO PT Indika Energy Tbk (INDY) kini tampil sebagai pemain emas baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan prospek kenaikan saham yang signifikan. Berdasarkan riset dari Sucor Sekuritas, perusahaan tengah bersiap menjalankan transformasi besar-besaran ke bisnis emas melalui proyek Awak Mas yang direncanakan mulai semester II-2026.

Proyek ini menargetkan produksi sebesar 100-140 ribu ounce dengan biaya kas mencapai USD1.200 per ounce, yang diharapkan dapat meningkatkan kontribusi bisnis emas terhadap laba usaha INDY.

Seiring dengan lonjakan harga emas dunia, bisnis emas diharapkan menyumbang sekitar 41% dari total laba usaha INDY pada tahun 2027. Sucor Sekuritas juga memproyeksikan Compound Annual Growth Rate (CAGR) laba bersih perusahaan selama periode 2024-2027 mencapai 56,3%.

Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan bagi perusahaan yang tengah melakukan diversifikasi portofolio bisnisnya.

Dikutip dari laman Investor, Minggu (9/3/2025), selain ekspansi ke bisnis emas, PT Indika Energy Tbk juga memiliki bisnis batu bara yang masih fundamental kuat. Anak usaha di sektor batu bara, Kideco Jaya Agung, diprediksi dapat mendatangkan arus kas sebesar USD120 juta per tahun dengan valuasi mencapai USD1,3 miliar.

Berdasarkan model Discounted Cash Flow (DCF) hingga tahun 2042. Setelah mengurangi utang bersih sebesar USD857 juta, valuasi INDY sudah sejalan dengan market cap saat ini.

Baca Juga: Biayai Modal Kerja, 2 Entitas Indika Energy (INDY) Transaksi Fasilitas Pinjaman Rp70,7 M

Riset dari Sucor Sekuritas mencatat bahwa terdapat potensi penurunan royalty dari 23% menjadi 9% bagi INDY, yang berpotensi meningkatkan laba bersih perusahaan hingga 119%.

Melalui riset tersebut, target harga saham INDY ditetapkan pada Rp3.100, yang mencerminkan potensi gain sebesar 130% dari harga terakhir yang tercatat Rp1.350. Target tersebut juga didasarkan pada rasio Price Earnings Ratio (PER) sebesar 21,8 kali dan EV/EBITDA sebesar 4,7 kali untuk tahun 2025.

Proyek Awak Mas sendiri merupakan inisiatif strategis yang mendukung ekspansi INDY ke bisnis emas, sebagai respons terhadap kondisi pasar yang semakin menguntungkan.

Proyek ini juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengoptimalkan sumber daya alam untuk menambah nilai tambah produk dalam negeri.

Dengan harga emas yang terus menguat di pasar global, transformasi bisnis ini diproyeksikan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kinerja keuangan perusahaan.

Sebelumnya, Macmahon Holdings telah menggarap tambang emas di bawah proyek Awak Mas di Sulawesi Selatan yang dimiliki oleh PT Masmindo Dwi Area (MDA), anak usaha INDY. Nilai kontrak jasa penambangan untuk proyek ini mencapai USD463 juta dengan durasi kontrak selama tujuh tahun dan opsi perpanjangan hingga lima tahun.

Baca Juga: Kemitraan KB Bukopin-Indika Energy Untuk Pengembangan Kendaraan Listrik Tanah Air

Kontrak ini mencakup aktivitas penambangan terbuka seperti pengeboran, loading, hauling, dan pengembangan area tambang, yang diharapkan dapat mendukung target produksi emas yang ambisius.

Pengerjaan proyek Awak Mas dijadwalkan dimulai pada semester I-2025, dengan INDY siap mengerahkan peralatan penambangan kunci. Kebutuhan modal tambahan untuk proyek ini diperkirakan mencapai USD17 juta, yang termasuk dalam belanja modal Macmahon sebesar USD250 juta untuk tahun berjalan.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah merencanakan investasi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan divisi emasnya.

Transformasi bisnis INDY ke sektor emas merupakan langkah strategis untuk mendiversifikasi portofolio dan mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara.

Dengan memanfaatkan lonjakan harga emas global, perusahaan berharap dapat meningkatkan margin laba bersihnya dari 2% pada tahun sebelumnya menjadi 6% di masa mendatang. Perubahan regulasi dan potensi insentif dari pemerintah juga diyakini akan mendukung transformasi ini.

Secara keseluruhan, strategi ekspansi ke bisnis emas ini dipandang sebagai dorongan kuat untuk rerating saham INDY. Hal ini diharapkan mampu menarik minat investor baru dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa