Kadin Indonesia Percepat Program Makan Bergizi Gratis dan Pemeriksaan Kesehatan

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen mendukung kesejahteraan masyarakat dengan mempercepat dua program utama, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Dimana melalui program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat tetapi juga mendukung produktivitas ekonomi nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan bahwa program MBG menjadi prioritas karena manfaatnya yang luas bagi masyarakat.
"Kami mendukung program makan bergizi gratis karena tujuannya sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat. Kadin ikut membangun proyek percontohan sebelum 17 Agustus dengan menghadirkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/3/2025).
Baca Juga: Dorong Perekonomian, Kadin Kukuhkan 2.800 Pengurus
Dukungan Kadin terhadap MBG juga sejalan dengan peningkatan jumlah SPPG dari 11 ribu menjadi 30 ribu. Anindya berharap sektor swasta ikut berkontribusi dalam memasok bahan baku pangan, seperti cabai dan komoditas ternak, guna mendukung keberlanjutan program ini.
Selain itu, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) juga menjadi fokus utama Kadin. Menurut Anindya, PKG berperan penting dalam deteksi dini penyakit, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya pengobatan jangka panjang dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
"Program ini sangat besar manfaatnya. Dengan deteksi dini, kita bisa menghemat biaya pengobatan dan membuat masyarakat lebih sehat serta ekonomi lebih produktif," tambahnya.
Dengan percepatan dua program ini, Kadin berharap dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan dunia usaha dalam mendukung kebijakan sosial pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







