Produk Furnitur RI Bukukan Potensi Transaksi Rp9,02 Miliar di Ajang HomeDesign 2025
Hefriday | 22 April 2025, 10:58 WIB

AKURAT.CO Produk furnitur buatan Indonesia kembali mencuri perhatian pasar internasional dengan mencatatkan potensi transaksi senilai USD537,61 ribu atau sekitar Rp9,02 miliar dalam ajang HomeDesign 2025.
Potensi transaksi tersebut terlihat dari penjajakan bisnis (business matching) dan ketertarikan para pengunjung selama pameran yang berlangsung pada 9–13 April 2025 di Hungexpo Budapest Congress and Exhibition Center, Hungaria ini.
Menurut Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest, Suci Mahanani, partisipasi Indonesia dalam pameran ini merupakan yang kedua kalinya.
Ia menyebut, HomeDesign merupakan pameran ritel terbesar untuk produk furnitur, peralatan rumah tangga, aksesori, dan dekorasi rumah di kawasan Eropa Tengah.
“Alhamdulillah, produk Indonesia yang ditampilkan berhasil menarik minat pengunjung, khususnya dari kawasan Eropa Tengah dan Timur. Ini membuktikan bahwa kualitas dan estetika furnitur Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Suci dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).
Paviliun Indonesia tahun ini mengusung konsep desain elegan yang menonjolkan kekayaan budaya dan kerajinan tangan khas Nusantara.
Beragam produk yang ditampilkan, seperti furnitur dari bambu, dekorasi rumah khas Bali, serta kerajinan rotan dan kayu jati, dipamerkan di lahan seluas 66 meter persegi pada E-Stand E405.
Dalam pelaksanaannya, ITPC Budapest menggandeng dua pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Indonesia, yakni Sony Sentral Industri dan PT Jelajah Akara Nusantara.
Kedua UMKM ini telah melalui proses kurasi dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, sebagai bagian dari program “UMKM BISA Ekspor”.
Marketing Manager Sony Sentral Industri, Andre Sutedjo, mengungkapkan bahwa pameran HOMEDesign memberikan dampak positif bagi usahanya.
“Kami mendapat banyak peluang untuk memperkenalkan produk dan menjalin relasi bisnis baru. Beberapa calon pembeli bahkan menunjukkan ketertarikan serius terhadap produk kami,” katanya.
Sementara itu, pendiri PT Jelajah Akara Nusantara, Al Fath, menyampaikan bahwa pasar Eropa Timur sangat menjanjikan, terutama karena nilai keberlanjutan yang diusung perusahaannya mendapat sambutan positif.
Produk rotan berkelanjutan yang mereka tawarkan dinilai relevan dengan kebutuhan dan preferensi pasar Eropa saat ini.
Selama pameran berlangsung, produk-produk PT Jelajah Akara Nusantara mendapatkan banyak perhatian dari para desainer, kontraktor, dan pemilik showroom.
Mereka mengapresiasi prinsip keberlanjutan dan desain etnik yang menjadi kekuatan produk tersebut. Al Fath berharap keikutsertaan ini menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar di kawasan Eropa Timur.
Tak hanya UMKM, ITPC Budapest juga bekerja sama dengan dua importir loyal produk Indonesia di Hungaria, yakni Természetes Kövek Háza Kft dan TEAKhome Kft.
Kedua perusahaan ini dikenal aktif mengimpor batu alam, panel dinding kayu, dan furnitur jati dari Indonesia, khususnya untuk keperluan kamar mandi dan ruang tamu.
Pameran HOMEDesign 2025 juga digelar bersamaan dengan dua pameran besar lainnya, yakni Construma untuk produk bahan bangunan dan Hungarotherm yang menampilkan teknologi penghangat ruangan, AC, ventilasi, serta sanitasi.
Sinergi ini memperluas eksposur produk Indonesia kepada berbagai kalangan pengunjung internasional.
Sebagai informasi, pada tahun 2024 lalu, total nilai perdagangan Indonesia dan Hungaria mencapai USD240,80 juta. Angka ini meningkat sebesar 23,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Hungaria tercatat sebesar USD102,30 juta, sementara impor dari Hungaria sebesar USD138,50 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










