ESDM Ungkap Alasan Pilih Investor Asal China Gantikan LG di Proyek Titan RI

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan alasan pemerintah menerima perusahaan asal China, Huayou untuk menggantikan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) dari proyek baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Indonesia.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen) Tri Winarno menegaskan bahwa pemerintah selalu menyambut investor siapapun yang ingin menanamkan modalnya ke Indonesia.
"Yang jelas gini poinnya, pemerintah selalu memberikan, memfasilitasi setiap investasi," jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/4/2025).
Baca Juga: Pengusaha Keberatan Soal Kenaikan Royalti Nikel, ESDM: Datanya Mana?
Tri menambahkan, pemerintah juga berusaha untuk mncari solusi serta kendala apa saja yang dialami oleh investor.
"Intinya poinnya seperti itu. Kita welcome, memfasilitasi apa yang jadi kendala kita fasilitasi, apa yang jadi permasalahan kita fasilitasi. Itu poinnya," tutup Tri.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan alasan pemerintah akhirnya mempercayakan perusahaan asal China, Huayou untuk menggantikan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) dalam proyek baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Indonesia.
Rosan menuturkan, pemerintah melihat minat yang tinggi serta kemampuan Huayou yang sejatinya juga sudah lama berinvestasi pada bidang yang sama di Indonesia, yaitu industri pengolahan nikel.
Sehingga pemerintah menilai, Huayou sudah paham arah hilirisasi industri di Indonesia dan memiliki sumber daya yang mumpuni untuk masuk dalam proyek yang tergabung dalam skema “Indonesia Grand Package” senilai USD9,8 miliar tersebut.
"Huayou ini juga sudah investasi di indonesia sebelumnya di bidang yang sama juga. Maka kalau ditanya kenapa Huayou? Karena mereka sudah investasi sebelumnya dan sudah jauh lebih besar, sudah ada di. Mereka paham, mengerti dan sudah ada resources untuk kembangkan ini ke depannya maka Huayou masuk gantikan LG," tuturnya saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025) lalu.
Baca Juga: Pertanyakan Alasan LG Hengkang dari Proyek Baterai EV RI, ESDM: Dari Awal Enggak Niat
Rosan menambahkan, pemerintah juga sudah bertemu dengan Huayou yang memang telah menyatakan minatnya untuk menggantikan LG sejak akhir 2024 lalu.
"Kita sudah bertemu dengan Huayou nya, saya juga sudah bertemu, sangat positif karena mereka sejak tahun 2024 ini sudah menyatakan minatnya untuk menjadi konsorsium dari LG ini, jadi sebelumnya dalam konsorsium LG Itu memang sudah ada Huayou-nya, sudah ada, jadi mereka menjadi leading konsorsium, itu saja," pungkas Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









