Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Sebut Inflasi RI Terendah di Dunia: Bukti Stabilitas Ekonomi Kabinet Merah Putih

Atikah Umiyani | 6 Mei 2025, 00:00 WIB
Prabowo Sebut Inflasi RI Terendah di Dunia: Bukti Stabilitas Ekonomi Kabinet Merah Putih

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintahan Kabinet Merah Putih telah menunjukkan capaian konkret dalam enam bulan pertama masa kerjanya.

Salah satu prestasi utama yang disorot adalah keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Inflasi kita termasuk yang terendah di dunia, mungkin hanya Tiongkok yang lebih rendah dari kita,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Menurut Prabowo, keberhasilan ini bukan semata hasil kebetulan, melainkan berkat kesinambungan tata kelola fiskal dan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan dari pemerintahan sebelumnya.

Selain menjaga inflasi, pemerintah juga dinilai sukses mengamankan harga pangan pokok selama periode kritis seperti Natal dan Lebaran—waktu yang biasanya rawan gejolak harga.

“Alhamdulillah, akhir tahun, Natal, dan Lebaran kemarin, harga-harga aman, stok pangan tersedia,” tegasnya.

Prabowo kemudian membagikan pengalamannya semasa kecil, saat sang ayah, Soemitro Djojohadikusumo, menjabat sebagai Menteri Perdagangan.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Bos Agung Sedayu Group Renovasi 500 Rumah di Bandung

Ia mengingat bagaimana lonjakan harga pangan selalu menjadi kekhawatiran besar pada masa itu.

“Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Saya ingat betul ketegangan orang tua saya setiap menjelang Lebaran dan akhir tahun,” kenangnya.

Tak hanya itu, Prabowo mengungkapkan bahwa stok cadangan beras nasional saat ini mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

Ia menyebut, pencapaian ini adalah hasil dari perencanaan matang dan intervensi cepat, termasuk penyediaan puluhan ribu pompa air untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti El Nino dan La Nina.

"Stok beras kita sekarang tertinggi sepanjang sejarah NKRI," tegas Prabowo.

Produksi beras di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Selatan, juga tercatat melonjak hingga 25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Prabowo menekankan, pemerintah kini menerapkan kebijakan tegas untuk melindungi petani. Salah satunya, mewajibkan penggilingan padi membeli gabah dengan harga yang adil.

“Kalau ada penggilingan padi yang membeli gabah petani di bawah harga wajar, kita cabut izinnya. Kita tidak main-main,” tandasnya.

Presiden Prabowo menutup arahannya dengan pesan bahwa keseimbangan keuntungan antara pelaku usaha dan rakyat harus dijaga.

"Kalau pengusaha untung, rakyat juga harus untung. Petani harus merasakan hasil dari keringatnya," pungkasnya.

Baca Juga: RUU Penyiaran Picu Kontroversi: PWI, AJI, dan AVISI Desak Perlindungan Kebebasan Pers di Era Digital

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.