Waduh! Pemadaman Listrik Massal di Spanyol Rugikan Ekonomi Negara Hingga Rp7,45 Triliun

AKURAT.CO Pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah Spanyol dan Portugal pada 28 April 2025 tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Menurut laporan CaixaBank SA, kejadian tersebut menyebabkan kerugian ekonomi nasional hampir mencapai EUR400 juta atau sekitar Rp7,45 triliun.
Peristiwa yang terjadi mulai pukul 12.30 siang waktu setempat tersebut memicu gangguan besar terhadap layanan publik dan aktivitas ekonomi. Dalam beberapa jam, sektor transportasi, telekomunikasi, hingga ritel mengalami kelumpuhan. Sekitar 50 juta orang terdampak secara langsung.
Dikutip dari laman reuters, CaixaBank merujuk pada data transaksi kartu, e-commerce, dan penarikan tunai ATM, mengungkapkan pengeluaran konsumen merosot hingga 34% pada hari kejadian.
Meskipun sebagian pembelanjaan pulih dalam beberapa hari berikutnya, penurunan bersih tetap tercatat sebesar 15% dibandingkan dengan pengeluaran normal.
Baca Juga: Pulau Sumatera Dua Hari Mati Listrik, DPR Desak PLN Perbaiki Manajemen dan Evaluasi
“Kami memperkirakan dampaknya terhadap pertumbuhan PDB kuartal ini di bawah EUR400 juta atau kurang dari sepersepuluh poin persentase,” demikian bunyi laporan resmi bank tersebut. Namun, angka tersebut masih bisa berubah seiring pembaruan data.
Insiden ini memunculkan kembali kekhawatiran terhadap kerentanan infrastruktur energi Spanyol, yang selama ini dikenal cukup stabil.
Pemerintah Spanyol melalui Kementerian Transisi Ekologi menyatakan sedang menyelidiki penyebab pasti pemadaman dan tengah mengevaluasi sistem jaringan nasional secara menyeluruh.
Padahal, Spanyol merupakan salah satu negara dengan performa ekonomi terbaik di zona euro. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 2,6% tahun ini dan 2,2% pada 2026. Namun, insiden ini menggarisbawahi pentingnya ketahanan energi dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi.
Baca Juga: 5 Penyebab Mati Listrik, Bisa Disebabkan Oleh Hal Tak Terduga
Pengamat ekonomi dari IE Business School, Javier Montero, menegaskan bahwa pemadaman listrik massal ini bukan lagi soal permasalahan teknis namun menyangkut ketahanan strategis.
"Ini bukan hanya persoalan teknis, tapi menyangkut ketahanan strategis. Gangguan seperti ini bisa berulang jika sistem tidak diperkuat," tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Javier, pemerintah seharusnya mempercepat transformasi energi, memperkuat jaringan distribusi, dan meningkatkan investasi dalam infrastruktur digital yang mendukung sistem kelistrikan nasional agar kejadian serupa tak terulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









