Kementan Genjot Pembentukan Korporasi Petani, Dorong Transformasi Pertanian Kolektif

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kelembagaan petani melalui pengembangan model korporasi pertanian di berbagai daerah.
Inisiatif ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian, profesionalisme, dan kesejahteraan petani lewat pengelolaan kolektif yang lebih modern.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, transformasi sektor pertanian harus melibatkan pendekatan berbasis klaster dan teknologi terkini agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing.
“Perubahan besar terlihat saat pertanian yang sebelumnya dijalankan dalam skala kecil oleh keluarga, kini bergeser ke pengelolaan berskala besar berbasis korporasi,” kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/5/2025).
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan, swasembada pangan hanya bisa dicapai lewat kolaborasi lintas sektor. Ia optimistis kerja sama yang kuat akan menghasilkan dampak konkret bagi petani.
Kementan sendiri telah meluncurkan berbagai program unggulan, salah satunya Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).
Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah Genjot Pelatihan dan Produktivitas
Hingga 2024, program ini telah melahirkan 13 korporasi petani milenial di Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Direktur Program YESS sekaligus Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut korporasi petani sebagai model usaha tani kolektif yang tak hanya memperkuat kelembagaan, tapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
“Ini bukan lagi soal bertani secara tradisional, tapi bagaimana petani muda membangun entitas bisnis yang kompetitif dan terhubung langsung ke pasar,” ujarnya.
Berikut perkembangan korporasi di tiap provinsi:
-
Jawa Barat: Korporasi Agro Mandiri Muda (Cianjur), Usaha Tani Makmur (Tasikmalaya), Mitra Usaha Tani (Subang). Fokus pada hortikultura, pertanian terpadu, dan pengolahan hasil panen.
-
Kalimantan Selatan: Berkat Duta Kelampaian, Pemuda Tani Tanah Laut, Ketupat Milenial Kandangan. Mengembangkan peternakan dan pengolahan produk pertanian.
-
Sulawesi Selatan: Jagung Rusli Farm, Barakka, Smart Cocoa Bantaeng. Bergerak di bidang tanaman pangan, aren, dan kakao.
-
Jawa Timur: Petani Milenial Pasuruan (128 anggota), Agritama YESS Tulungagung (155), Agro Milenial Sejahtera Pacitan (86), Agrimuda Jaya Bersama (78). Fokus pada hortikultura cabai, peternakan kambing, dan olahan kopi serta kakao.
“Semua korporasi ini tumbuh dari semangat kolektivitas dan kemandirian. Tujuan utamanya adalah menjadikan petani sebagai pelaku utama dalam rantai bisnis pertanian modern,” pungkas Amin.
Baca Juga: Singapura Terbuka: Jonatan Christie Jalani Debut Manis sebagai Pemain Non Pelatnas PBSI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









