Kementan Dorong Peran Aktif Disabilitas dalam Pembangunan Pertanian

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pertanian yang inklusif, dengan membuka peluang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian.
Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga mendukung pengembangan usaha tani secara mandiri bagi kelompok disabilitas.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian.
“Potensi mereka luar biasa. Dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas bisa menjadi pelaku utama dalam sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).
Selama lima tahun berjalan, Program YESS telah menjangkau 941 penyandang disabilitas, terdiri dari 547 laki-laki dan 394 perempuan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Sektor pertanian kini bukan sekadar pekerjaan fisik, tapi juga menuntut kreativitas dan keterampilan teknis, yang dapat dimiliki oleh siapa pun.
Baca Juga: Kementan Genjot Pembentukan Korporasi Petani, Dorong Transformasi Pertanian Kolektif
Karena itu, Kementan terus mengembangkan program yang inklusif untuk menjamin kesetaraan akses dan peluang.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyebut pihaknya menyediakan pelatihan, teknologi, serta pendampingan khusus bagi generasi muda, termasuk disabilitas, agar mampu bersaing di dunia pertanian.
“Perbedaan fisik tidak boleh menjadi penghalang. Kami pastikan seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, punya akses yang adil untuk berkembang di sektor ini,” tegasnya.
Direktur Program YESS Muhammad Amin menambahkan bahwa program tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tapi juga menyediakan hibah modal usaha serta pendampingan bisnis bagi para peserta.
“Sebanyak 58 persen laki-laki dan 42 persen perempuan disabilitas yang ikut serta telah menerima hibah dan pelatihan intensif,” ujarnya.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Rahmadi, petani pepaya asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Meski memiliki keterbatasan fisik, ia sukses mengembangkan kebun pepaya Hawai setelah menerima bantuan dari Program YESS pada 2023.
Ia bahkan membentuk kelompok tani dengan 30 anggota agar lebih mudah mengakses pupuk bersubsidi.
“Sekarang banyak yang ikut-ikut. Kalau dibuka lagi, bisa sampai ratusan yang ingin bergabung,” ucap Rahmadi.
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Real Betis vs Chelsea: Duel Antony dan Cole Palmer di Baris Kedua
Tak hanya fokus bertani, Rahmadi juga aktif memotivasi sesama penyandang disabilitas untuk bangkit dan berdaya.
“Jangan menyerah. Jangan hanya menadahkan tangan. Kita bisa mandiri walau dengan kondisi seperti ini,” pesannya penuh semangat.
Kisah Rahmadi menjadi bukti nyata bahwa pertanian inklusif bukan hanya slogan, tapi gerakan nyata yang sedang dibangun Kementan untuk Indonesia yang lebih adil dan berdaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









